Angkasa Pura 2

Kemhub Berhasil Golkan Santunan 40.000 Dolar AS ke Ahli Waris Seorang Pelaut Indonesia

DermagaKamis, 14 September 2017
2017-09-14 17.11.01

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub) Capt. Rudiana Muchlis mengutarakan pihaknya kembali berhasil memediasi dan memfasilitasi proses santunan dari maskapai pelayaran kepada ahli waris seorang pelaut Indonesia.

Pelayanan kepada pelaut dan keluarganya tersebut, dia mengutarakan berawal dari laporan tentang seorang pelaut wafat karena mengalami kecelakaan kerja di kapal milik maskapai Korea Selatan.

“Kami memfasilitasi dan memediasi pihak keluarga atau ahli waris dengan pihak maskapai pelayaran. Alhamdulillah deal pihak maskapai memberikan santunan 40.000 dolar AS,” ujarnya kepada BeritaTrans.com dan aksi.id, Kamis (14/9/2017).

Uang santunan tinggal dibayarkan. “Begitu istri almarhum membuka rekening bank dalam dolar, maka dana segera ditransfer dari pihak maskapai,” ungkapnya.

Dia menjelaskan sebelumnya pada Rabu (26/7/2017) mempertemukan keluarga korban hilangnya anak buah kapal (ABK) kapal KTH Green Global dan pihak manajemen kapal.

Kapal berbendera Korea itu melaporkan ABK nya atas nama Frans Lasut hilang pada 22 Februari 2016 di daerah Kumai, Kalimantan Timur. Keluarga korban meski berat karena kehilangan, akhirnya merelakan kepergian Frans dan menerima santunan.

PEDULI PELAUT
Langkah itu, Rudiana mengutarakan menambah barisan betapa Kementerian Perhubungan amat peduli terhadap nasib pelaut Indonesia.

“Kami saat ini sedang memproses belasan pengaduan pelaut. Sebagian besar soal kesejahteraan. Kami bantu penyelesaiannya. Bapak Menteri Perhubungan wanti-wanti kepada kami bahwa apapun pengaduan pelaut, segera tampung dan bantu betul penyelesaiannya,” tutur mantan Syahbandar Tanjung Perak dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta tersebut. (gus).