Angkasa Pura 2

Kinerja Membaik, Pelni Bidik Laba usaha Rp305 Miliar Tahun 2017

DermagaKamis, 14 September 2017
harry

JAKARTA (Beritatrans.com) – Manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berhasil bertarnaforasi dan memperbaiki kinerjanya. Pendapatan dan laba usaha perlahan naik paling tidak sejak tiga tahun terakhir.

“Pelmi sudah sulai plus, namun masih sedikit. Bersama Direksi PT Pelni dan seluruh karyawan kami dapat menaikkan kinerja perseroan. Laba perseroan tumbuh dari Rp100 miliar tahun 2015 naik menjadi Rp248 miliar pada 2016,” kata Plt Dirut Pelni Harry Boediarto kepada Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Tahun 2017 ini, lajut dia, Pelni ditargetkan mampu meraih laba usaha sebesar Rp305 miliar. Melihat kinejrja dan pendapatan usaha sampai smester I tahun 2017, angka tersebut optimis terlampaui.

“Manajemen Pelni terus membuat terobosan dan inovasi baru dalam pelayanan ke masyarakat. Mulai perbaika pelayaran di kapal-kapal Pelni, inovasi pelayanan onboad seperti pelaksanaan event khusus di atas kapal Pelni dan lainnya,” jelas Harry.

Sebagai negara maritim yang besar dan memiliki 17.000 pulau lebih, menurut Harry, moda angkutan laut yang merupakan bisnis inti Pelni akan tetap diminati dan dibutuhkan masyarakat.

“Tantangan bagi kita, bagaimana mengemas dan pelayani permintaan pelayanan masyarakat itu bisa ditangkat dan dilayani Pelni dengan lebih baik,” tukas Harry, didampngi Manager Humas dan CSR Pelni Akhmad Sujadi itu.

Hilangkan Stigma Lamban

Kendati begitu, bukan berrati Pelni tak menghadapi kendala dalam melakukan transformasi di tubuh BUMN pelayaran ini. Mereka itu antara lain, cap aau stigma sebagai perusahaan pelat merah identik dengan lamban, terbiasa dengan kenyamanan dan juga enggan berubah.

“Kini BUMN Pelni telah berubah menjadi perusahaan dengan tata kelola yang baik atau sesuai GCG. Kendala memang ada, namun seiring perbaikan internal, kinerja membaik, disiplin meningkat pendapatan juga naik,” papar Harry.

Implikasinya, tambah dia, sebagian pendapatan Pelni beberapa tahun terakhir bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dengan demikian, mereka semua mengikuti perubahan yang sedang terjadi.

“Kinerja pelayanan dan kinerja keuangan dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif. Implikasinya kesejahteraan karyawan juga merangkak mulai naik kembali,” tegas Harry.(helmi)