Angkasa Pura 2

11 Pegawai Pelni Terjaring OTT

Aksi Polisi DermagaSelasa, 19 September 2017
ott-di-pelni-cabang-kupang_20170919_191326

KUPANG (BeritaTrans.com) – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 orang pegawai Pelni Kupang di Pelabuhan Tenau Kupang.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, penangkapan berlangsung Selasa (19/9/2017) sekitar pukul 14.30 Wita.

“Tim sapu bersih pungutan liar Polda NTT lakukan OTT terhadap dugaan pungli yang dilakukan 11 orang petugas Pelni Kupang pada saat Kapal Motor Sabuk Nusantara 3 masuk ke Pelabuhan Tenau Kupang,” ujar Jules kepada Kompas.com.

Penangkapan itu, lanjut Jules, bermula ketika pihaknya memeroleh informasi bahwa ada dugaan pungli saat Kapal Motor Sabuk Nusantara 3 bersandar di pelabuhan.

Tim saber pungli kemudian berupaya mendeteksi dan berhasil menangkap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku. Pihaknya juga mengamankan orang-orang yang diduga menerima hasil pungli tersebut.

“Ada 11 orang. Kita duga ada pelaku lapangan dan ada staf-staf di kantor Pelni. Orang orang lapangan yang kita dapatkan itu statusnya tenaga honorer tapi akan kita dalami lagi,” paparnya.

“Barang bukti dari pelaku lapangan sekitar Rp 10 juta. Pelaku di lapangan kemudian menyetor uang ke pegawai di kantor. Jumlah itu belum termasuk brankas. Brankasnya sudah dibawa ke kantor untuk kita cek berapa banyak uang yang ada di dalamnya,” sambungnya.

Dari 11 orang yang diamankan, enam di antaranya petugas lapangan yang melakukan pungli sedangkan lima orang lainnya adalah pegawai di Kantor Pelni Kupang.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Direktorat Reserta dan Kriminal Khusus Polda NTT AKBP Josua Tampubolon mengatakan, enam orang petugas lapangan yang melakukan pungli berinisial CC, AL, GL, HK, WL dan AD.

Enam orang itu, sebut Josua, dibawa ke Kantor PT Pelni di Kelurahan Fatufeto. Di sana, petugas mengamankan brankas berisi uang. Polisi juga memasang garis polisi di ruangan kasir dan bendahara.

“Petugas juga membawa lima orang yang berada di kantor tersebut ke Polda NTT untuk dimintai keterangan yakni kepala PT Pelni cabang Kupang, kepala pperasional PT Pelni cabang Kupang, kepala keuangan, dan kasir bendahara,” tutupnya. (moy).

Sumber: kompas.com
Foto: tribunnews.com

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari