Angkasa Pura 2

Bahas Penerbangan di Papua, Indonesia-AS Gelar Aviation Working Group

Bandara KokpitSelasa, 19 September 2017
IMG-20170919-WA0046

IMG-20170919-WA0047

DENPASAR (BeritaTrans.com) -Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS) kembali mengadakan Aviation Working Group (AWG), membahas penerbangan di Papua.

Acara dibuka Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dan dihadiri Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan, otoritas penerbangan AS (Federal Aviation Administration/FAA) dan United States Trade and Development Agency (USTDA) yang membawa sekitar 15 perusahaan bidang penerbangan dari AS.

“Penerbangan di Papua sangat menantang, karena kondisi geografisnya yang sangat ekstrim, banyak terdapat lembah dan pegunungan tinggi. Wilayahnya sangat luas, mencapai 421.981 kilometer persegi, namun penduduknya sangat sedikit yaitu hanya 2,3 juta orang,” jelas Agus di Denpasar, Bali, Selasa (19/9/2017).

Penduduk Papua juga bertempat tinggal menyebar di pegunungan dan daerah terpencil sehingga cukup sulit dalam hal mobilitas gunakan moda transportasi.

“Penerbangan merupakan moda transportasi utama di sebagian besar wilayah Papua. Namun dengan semua kondisi geografis tersebut menyulitkan kita untuk menyiapkan fasilitas dan infrastruktur penerbangan,” ujar dia.

Agus menyatakan bahwa menyiapkan sarana dan prasarana keselamatan penerbangan sipil di Papua menjadi tantangan tersendiri.

Dia berharap AWG ini dapat memeroleh solusi dalam mengembangkan keselamatan penerbangan sipil di Papua, baik itu terkait sarana dan prasarananya.

Mengingat AWG sudah dilaksanakan selama beberapa tahun, Agus juga berharap forum ini dapat menjadi evaluasi dari kerja sama yang sudah dilakukan untuk membuat rencana perbaikan di masa depan.
(omy)

loading...