Angkasa Pura 2

Kapal KPLP P353 Berhasil Temukan dan Evakuasi Penumpang KM Fungka yang Dikabarkan Hilang

DermagaSelasa, 19 September 2017
IMG-20170919-WA0002

IMG_20170919_063127

BAUBAU (BeritaTrans.com) – Penumpang dan awak kapal KM Fungka Permata III yang tenggelam di perairan Karang Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tengah, pada 17 September 2017 dan ditolong nelayan, akhirnya dapat dievakuasi ke kapal patroli KN P353.

Setelah dievakuasi, seluruh penumpang dibawa ke Pelabuhan Murhum, Baubau untuk selanjutnya dicek kesehatannya di Balkes Pelabuhan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Baubau, M. Tohir menjelaskan kronologis kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknga bahwa kapal itu membawa 22 penumpang dan ABK.

“Pada Ahad (17/9/2017) pukul 06.00 WITA, mesin induk dan mesin bantu kapal Furla Permata III tiba-tiba mati dan dicoba perbaiki hingga pukul 08.00 dan sempat menyala namun hanya lima menit mati kembali,” urai Tohir dalam keterangan tertulis, Selasa (19/9/2017).

Setelah dilakukan kembali upaya perbaikan, mesin tak kunjung menyala, hingga sekitar pukul 10.00, air mulai memenuhi ruang mesin kapal.

Pada pukul 10.30 Nakhoda segera memerintahkan semua penumpang dan ABK untuk mengenakan jaket keselamatan (pelampung/life jacket).

“Sekitar pukul 18.00 kapal sudah mulai tenggelam dan penumpang dan ABK terapung dengan berpegangan pada rakit,” tutur dia.

Setelah bertahan hingga pukul 10.00 keesokan harinya, para korban ditemukan oleh KMN Bunga Mawar 01 dan dievakuasi ke daratan terdekat. Sayangnya di tengah perjalanan, kapal nelayan itu kehabisan bahan bakar.

Pada pukul 14.30 kapal patroli KN P353 yang tengah melakukan pencariam, kata Tohir, menemukan kapal nelayan tersebut di perairan sekitar Teluk Sampolawa.

“Kapal patroli melihat kapal tersebut terombang-ambing dan didekati dan ternyata membawa penumpang KM Fungka,” imbuh dia.

Langsung saja, dilakukan evakuasi seluruh penumpang dan ABK. Selanjutnya mereka dibawa ke Pelabuhan Murhum Baubau.

Seperti diketahui, kapal GT 107 milik PT Boy Bahtera Mandiri Pelayaran itu berlayar dari Baubau tujuan Tomia dengan Nakhoda Ahmat Kopi pada Sabtu (16/9/2017) pukul 22.00.

“Kami mendapat laporan dari keluarga penumpang pada Minggu sekitar pukul 16.00 bahwa kapal hilang kontak dan kami segera melakukan pencarian dengan KN P 353 didukung juga oleh kapal Basarnas,” ungkap Tohir. (omy)