Angkasa Pura 2

Bajak Tanker, 11 Perompak Asal Indonesia Masing-Masing Divonis 16 Tahun Penjara

DermagaRabu, 20 September 2017
20170908mc0004

images-7

images-8

KUALA TERENGGANU (BeritaTrans.com) – Hanya dalam tempo sekitar 2 minggu, proses penyidikan dan pengadilan bisa dituntaskan terhadap pelaku perompakan kapal tanker asal Thailand di perairan Malaysia.

Sebelas bajak laut yang merompak kapal tanker MT MGT 1 divonis masing-masing 16 tahun penjara oleh Pengadilan Malaysia.

Kantor berita Bernama, Rabu (20/9/2017), memberitakan hakim diketuai Rofinah Mohamad menjatuhkan vonis setelah seluruh terdakwa mengaku bersalah.

Selain menjatuhkan vonis bui, hakim juga menambah hukuman lima kali cambuk terhadap enam dari seluruh terpidana.

Terpidana yang berusia antara 31 dan 59 tahun itu yakni Anne Raja, Arsito Mohd Hardi, Kreston Muhaling, La Abu, Bram Ali, Luther Marnis Zachawerus, Badiun, Meidy Hermanus Wajongkere, Rollan Kapahese dan Oktemi Supri.

Hakim juga menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara kepada Heinrick Piterson Parera, yang terbukti sebagai dalamg dari aksi bajak laut tersebut.

Heinrick Piterson Parera ditangkap di Ghazrin Budget Hotel Sdn Bhd, Johor, 6 September 2017, pukul 20.30.

PAKAI HELIKOPTER
Sebelumnya diberitakan sebanyak 14 orang bajak laut asal Indonesia yang merompak sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai timur semenanjung Melayu telah ditangkap oleh penjaga pantai Malaysia.

Seperti yang dilansir Channel NewsAsia, Jumat 8 September 2017, pejabat Malaysia menyatakan bahwa penangkapan itu dilakukan pada Kamis lalu.

Komando angkatan laut Malaysia dengan menggunakan helikopter langsung bergegas mencari kapal tanker berbendera Thailand, yang membawa muatan senilai US$ 1,7 juta, setelah lenyap dari sistem pelacak pada Rabu sore, 6 September 2017.

“Petugas akhirnya menemukan kapal tersebut dan kapal kecil milik bajak laut yang berjarak 37 mil laut timur laut Pulau Tenggol pada pukul 2:05 waktu setempat,” kata penjaga pantai tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pasukan komando menaiki kapal tanker tersebut sementara tembakan peringatan ditembakkan dari helikopter di kapal yang lebih kecil saat kapal tersebut mencoba melarikan diri.

Sebanyak 10 orang Indonesia ditangkap di atas kapal tanker, yang dikenal sebagai MT MGT 1, yang dikawal ke Kuala Terengganu.

Upaya penjaga pantai untuk menghentikan kapal yang lebih kecil itu melarikan diri gagal saat helikopter tersebut kehabisan bahan bakar dan harus kembali ke daratan.

Tiga orang bajak laut lolos ke kapal yang lebih kecil, dan penjaga pantai kini masih terus berusaha untuk mencari mereka.

Dalam penangkapan tersebut tidak ada korban luka baik dari korban pembajakan yakni 14 warga Thailand dan komando penjaga pantai.

Sebuah laporan oleh Biro Maritim Internasional mengatakan ada tiga serangan oleh bajak laut di perairan Malaysia pada paruh pertama tahun ini.

Meski jumlah perompakan di lepas pantai Laut Cina Selatan telah turun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, kapal-kapal masih disarankan untuk tetap waspada terutama pada malam hari. (wah).