Angkasa Pura 2

Umiyatun: Pelabuhan Wajib Memiliki Rencana Induk

LitbangRabu, 20 September 2017
2017-09-20 08.57.35

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Saat membuka Focus Group Discussion (FGD) draf final report tiga Rencana Induk Pelabuhan, Rabu (20/9/2017), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Umiyatun Hayati Triastuti mengingatkan tentang arah kebijakan di bidang kepelabuhanan.

Arah kebijakan itu, dia menuturkan menekankan pada penataan penyelenggaraan pelabuhan, reformasi kelembagaan, peningkatan persaingan, penghapusan monopoli dalam penyelenggaraan pelabuhan, serta pemisahan antara fungsi regulator dan operator.

“Selain itu pembagian peran pemerintah daerah dan swasta secara proporsional dalam penyelenggaraan dan perencanaan pengembangan pelabuhan, serta penyiapan sumber daya manusia yang professional, untuk memenuhi kebutuhan di sektor pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

Kebijakan itu berbasis kepada Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang mengamanatkan prioritas dalam hal peningkatan efisiensi dan kesinambungan pembangunan pelabuhan, keselamatan dan keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan maritim.

Umiyatun menuturkan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, Bab III: Rencana Induk Pelabuhan, Daerah Lingkungan Kerja, dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan, Bagian Kesatu: Rencana Induk Pelabuhan, Pasal 20, dinyatakan bahwa setiap pelabuhan wajib memiliki Rencana Induk Pelabuhan.

Rencana Induk Pelabuhan sebagaimana dimaksud disusun dengan memperhatikan Rencana Induk Pelabuhan Nasional, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan lain terkait di lokasi pelabuhan, kelayakan teknis, ekonomis, dan lingkungan, serta keamanan dan keselamatan lalu lintas kapal.

Karenanya, dia berharap dapat didiskusikan beberapa hal menyangkut draf final report Rencana Induk Pelabuhan Sungai Durian di Kabupaten Sintang, Rencana Induk Pelabuhan Penyeberangan Alai Insit di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rencana Induk Pelabuhan Danau Sipinggan di Kabupaten Toba Samosir dan Rencana Induk Pelabuhan Laut Wosu di Kabupaten Morowali. (awe).