Angkasa Pura 2

Awas, Ada Upaya Asing Jual Avtur di Beberapa Bandara Besar di Indonesia

Bandara KokpitSabtu, 23 September 2017
garuda isi avtur1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Upaya asing yang berkolaborasi dengan oknum pejabat pemerintah kita untuk terus mengerdilkan Pertamina tetap ada. Kini mereka masih mengincar distribusi dan penjuakan bahan bakar untuk pesawat terbang atau avtur di beberapa bandara di Tanah Air.

Entah apa maunya? Mengapa terus membuka ruang kebijakan untuk terus menciptakan kompetitor atau saingan bisnis dengan BUMN Migas tersebut,” kata Direktur Energy Watch Indonesia  (EWI) Ferdinand Hutahaen kepada pers di Jakarta, Sabtu (23/9/2017).

Ini logika yang aneh, lanjut dia,  di negeri bernama Indonesia. Ada oknum Pemerintah berupaya menciptakan kompetitor untuk Badan Usaha Milik Negara dengan menggandeng pihak asing.

Dengan demikian, EWI menjadi bertanya, sebenarnya Pemerintah ini terutama Kementerian Perhubungan berpihak kepada siapa? Kepada BUMN atau kepada swasta asing? Atau memang sudah menjadi benar-benar antek kepentingan asing?

Ini jadi pertanyaan besar mengingat dulu Pak Jokowi pernah menyampaikan akan menjadikan Pertamina 5 kali lebih besar dari Petronas. 

Dalam pandangan EWI, menurut Ferdinand,  kebijakan Kementerian Perhubungan tentang terkait pemikiran penjualan Avtur di bandara lokal oleh swasta asing kurang tepat. “Rencana itu perlu ditinjau ulang karena tidak sesuai dengan Nawacita Jokowi,” katanya mengingatkan.

Dia menambahkam, kebijakan penjualan Avtur ini akan menjadi masalah dan akan menjadi palu godam yang memukul bisnis Pertamina yang merupakan perusahaan milik bangsa Indonesia.

Atas pertimbangan tersebut, EWI dan eksponen masyarakat sipil menolak kebijakan pemerintah bila hanya memberikan ijin penjualan Avtur di kota-kota besar saja atau hanya di bandara besar kepada swasta asing.

“Kebijakan itu sama saja membunuh bisnis Pertamina. Kalau bisnis Avtur dibuka untuk asing atau swasta maka itu harusnya diarahkan ke bandara-bandara yang jauh dan perintis, supaya misi pemerintah terwujud. Ini baru pemikiran yang sesuai dengan nawacita,” tandas Ferdinan.(helmi)