Angkasa Pura 2

Butuh Dana Rp20 Triliun, RAI Galang Dana Masyaraat Untuk Kembangkan Pesawat R80

Ekonomi & Bisnis Figur KokpitSabtu, 23 September 2017
BJ Habibie R80

JAKARTA (Beritatrans.com) – Untuk mendukung pembuatan Pesawat R-80, PT Regio Aviasi Industri (RAI), –produsen pesawat R80– secara khusus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan pesawat R80 ini melalui crowdfunding.

Total biaya pengembangan mencapai US$ 1.5 Billion atau sekitar Rp20 triliun. Dana diperoleh dari sumber dalam negeri dan luar negeri termasuk diantaranya strategic investor.

“Sebagian besar dana industri akan digalang melalui investment bankers, dicarikan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini BAPPENAS serta financial advisor domestik dan global. Jadi, kita tidak hanya bertumpu pada crowdfunding,” kata Agung Nugroho, Direktur Utama RAI yang dikutip Beritatrans.com Sabtu (23/9/2017) dari laman laman kitabisa.com.

Dikatakan, Crowdfunding nilai utamanya bukan di jumlah donasi, tapi sebagai bukti dukungan atas kebangkitan teknologi Indonesia.

Dikatakan, Agung Nugroho, Direktur Utama RAI, setiap dukungan dari Masyarakat Indonesia akan menaikkan kemungkinan RAI untuk mendapat investasi dan dukungan pemerintah.

Dan tentunya setiap rupiah kontribusi publik juga akan dipakai oleh tim engineering untuk mendevelop pesawat R80.

Sebagai apresiasi dari masyarakat yang mendukung pengembangan Pesawat R80 ini, RAI akan memberikan reward khusus diantaranya:

1. Dukungan minimal Rp.100.000 foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80!
2. Dukungan Rp 200.000, Foto di pesawat + Kaos
3. Dukungan Rp 300.000, Foto di pesawat + Hoodie
4. Dukungan Rp 700.000, Foto di pesawat + Bomber.

Hubungkan Indonesia

Indonesia adalah negeri maritim terbesar di dunia, terdiri dari 17.000 pulau yang disatukan oleh laut. Tidak mungkin kita membangun jalan darat atau rel KA, menghubungkan Sabang sampai Merauke dan pulau pulau tersebar tersebut.

Kita memerlukan angkutan udara dalam jumlah besar, ribuan pesawat udara. Saat ini, setelah puluhan tahun berharap, visi dirgantara tanah air mulai menemui titik terang.
Kini pesawat R-80 akhirnya menjadi Program Strategis Nasional melalui Perpres Nomor 58 Tahun 2017.

Pesawat R-80 murni buatan Indonesia. Arsiteknya adalah BJ Habibie, disponsori oleh PT RAI dan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Sejarah Besar Patungan Membeli Pesawat Udara Untuk Indonesia. Tahun 1948 rakyat Aceh membuat sejarah yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Patungan membeli pesawat udara pertama milik Indonesia.

Pesawat udara ini diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Seulawah sendiri berarti “Gunung Emas” karena pesawat terbang ini dibeli dari sumbangan rakyat Aceh setara dengan 20 kg emas.

Sementara, tahun 1995, menurut Agung Nugrohon, sejarah dirgantara Indonesia juga mencatat hal besar lainnya.

Pesawat N250 yang seluruh rancang bangunnya dibuat oleh anak bangsa, terbang tinggi di langit Indonesia, bahkan terbang dan memukau tamu tamu yang hadir di Paris Airshow 1995.

Meski tidak untuk waktu yang lama, namun penguasaan teknologi tinggi ini sudah memantik semangat dan harapan dirgantara Indonesia.(helmi)