Angkasa Pura 2

Hasil Pemetaan Risiko Keselamatan Harus Dapat Diimplementasikan

Bandara Dermaga Emplasemen KoridorSelasa, 26 September 2017
IMG-20170926-WA0065

IMG-20170926-WA0059

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Hasil pemetaaan risiko keselamatan (safety risk assesment) harus dapat diimplementasikan. Hal itu menurut Staf Ahli Menteri Perhubungan bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi Cris Kuntadi dilakukan untuk upaya pencegahan.

“Upaya pencegahan kecelakaan benar-benar perlu diprioritaskan,” jelas Cris pada Sosialisasi Penilaian Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Cris menyebutkan slogan “Safety is Number One” belum terimplementasikan secara memadai. Program keselamatan yang direalisasikan saat ini, belum menyentuh pokok permasalahan utama keselamatan, sehingga masih timbul banyak kecelakaan.

Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan itu, tambah dia, sangat baik dilakukan, untuk bersama-sama mewujudkan keselamatan transportasi.

Pola award atau apresiasi menjadi penting, sekaligus sebagai sosialisasi awareness bagi regulator dan operator terhadap keselamatan transportasi.

“Operator juga perlu membangun kesadaran terhadap keselamatan, baik dari aspek sumber daya manusia (crew, petugas bengkel), menjaga kondisi kendaraan prima, juga manajemen/pemilik. Tidak boleh lagi mengandalkan regulator (Kemhub/Kepolisian) yang menegakkan kepatuhan,” imbuh Cris.

Berbagai program juga perlu dilaksanakan semua moda transportasi. Dia mencontohkan upaya yang dilakukan Ditjen Perkeretaapian yang terus melakukan upaya pencegahan kecelakaan melalui penutupan perlintasan sebidang.

“Program seperti ini harus didukung Pemda dan Kepolisian agar tidak ada lagi nyawa melayang karena kecelakaan di perlintasan kereta,” kata Cris.

Semua demi keselamatan transportasi dan setiap langkah positif yang dilakukan, akan dipahami juga nantinya oleh masyarakat. (omy)