Angkasa Pura 2

Kampanye Hormati Pejalan Kaki, Begini Respon Warganet

Koridor SDMRabu, 27 September 2017
DKs94BKXkAAO78P

JAKARTA  (Beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan kembali kampanyekan gerakan sadar dan peduli jalan kaki. Sesuai aturan, pejalan kaki harus diutamakan dan berjalan di tempat yang sudah ditentukan.

UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sudah mengatur perihal pejalan kaki. Sesuai UU jika mereka harus berjalan di trotoar atau pedestrian. Jika akan menyeberang juga di tempat yang sudah ditentukan atau zebracross atau bagian jalan yang  diberi garis putih.

Jika sudah dibangun jembatan penyeberangan orang (JPO), bukan menyeberang di sembarang tempat.

Melalui akun @kemenhub151 disebutkan, (pengendara motor atau mobil) “memberi kesempatan para pejalan kaki untuk menyeberang, dengan berhenti pada batas yang telah ditentukan adalah tindakan bijak agar jalan raya tetap ramah dan aman bagi semua penggunanya.”

Masih menurut akun tersebut, tindakan tersebut merupakan bentuk kepatuhan pada  Undang-Undang  UU No. 22/2009 tentang LLAJ.

Masalah pejalan kaki sudah diatur dengan jelas dalam pasal 131 dan 284, UU LLAJ  yang mengatur ihwal keselamatan pejalan kaki.

Lebih Agresif

Sementaran, cuitan akun @kemenhub151 tersebut langsung mendapat respon beragam dari warganet. Mereka mengatakan, selama ini pejalan kaki justru mengalah meski sudah menyeberang jalan di zebracross.

“Pengendara motor sama mobil agresif jadi pejalan kaki seperti kami seperti nyebrang di sungai yang penuh buaya kalo di indonesia,” sebut akun @Mepakbinggo_x.

Cuitan serupa juga disampaikan @ajie_prastyo, “kita berhenti malah ditabrak dari belakang nanti.

Akun @izza_nh menambahkan, “Tapi kadang susah kalau musuh emak emak, menang sendiri.”(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari