Angkasa Pura 2

Kemenhub: Jokowi Wujudkan Visi Bung Karno Bangun Indonesia Sebagai Poros Maritim Global

Dermaga LitbangRabu, 27 September 2017
balitbanghub-ASEM2

BALI (BeritaTrans.com) – “Visi indonesia menjadi poros maritim sudah mulai dibangun sejak presiden pertama Indonesia Soekarno. Sekarang dibangun kembali oleh Presiden Joko Widodo melalui Perpres No 16/2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc.

Saat berbicara di perhelatan internasional Transport Senior Officer Meeting dan Pameran Transportasi dan Logistik dalam rangkaian kegiatan 4th Asia-Europe Meeting Transportation Ministers Meeting (ASEM TMM) di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/9/2017), Umiyatun mengutrakan via itu membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia harus kembali melihat bahwa Indonesia dengan 75 persen wilayah berupa perairan memiliki potensi besar untuk membawa kesejahteraan.

Posisi geografis Indonesia dengan laut mencapai dua pertiga dari seluruh wilayah, menjadi bagian dari Selat Malaka dan garis alur laut kepulauan Indonesia (ALKI), pada umumnya adalah jalur perdagangan strategis perdagangan dunia dengan volume perdagangan mencapai 45 persen dari total volume perdagangan di seluruh dunia.

Sektor kelautan saat ini mengambil peran penting dalam perekonomian indonesia, terutama dengan pengembangan program poros maritim, tol laut, laut aman pencurian dan penyelundupan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi akibat konektivitas maritim indonesia dengan sabuk satu sutera satu jalan

Di acara, yang dihadiri oleh 38 negara dari 51 negara yang diundang, serta perwakilan lima organisasi Internasional, yaitu ASEAN Secretariat, Asia-Europe Foundation, European Union, UNECE dan UNESCAP tersebut, dia menuturkan potensi itu ingin dikembangkan lebih luas oleh pemerintah Indonesia.

Balitbanghub-ASEM

Dengan presentasi bertajuk Indonesia maritime transformation to support global maritime fullcrum (GMF), dia mengungkapkan pengembangan potensi antara lain melalui mengoptimalkan laut sebagai penghubung antarsemua wilayah di Indonesia, membuat kebijakan untuk menjadikan laut lebih produktif dan menjadi lahan untuk kekayaan kehidupan masyarakat indonesia.

“Di antara kebijakan tersebut, ada kebijakan mengenai tol laut sebagai jalan tol atau jalan bebas hambatan yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia,” jelas Umiyatun, yang didampingi Sekretaris Balitbanghub Ir. Sugiadi Waluyo ME,Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Ir, Ahmad MMTR, Kapuslitbang Transprotasi Antar Moda Ir. Imran Rasyid MBA, serta Kepala Bagian Data, Humas dan Publikasi Balitbanghub, Rosita Sinaga.

Balitbanghub-ASEM4

Kebijakan yang dilahirkan Kementerian Perhubungan antara lain Konsep Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dan Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) sebagai fondasi utama untuk mendukung pengembangan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, sumber daya manusia, kesehatan, dan budaya sosial.

Umiyatun juga mengemukakan tentang strategi pengembangan dari sektor energi, industri dan pariwisata salah satunya dengan melalui integrasi pembangunan infrastruktur dan bundling dengan daerah pedalaman dan wilayah khusus seperti zona ekonomi, industri dan pariwisata.

Pengembangan dari daerah perbatasan dan daerah tertinggal menjadi otioritas tidak hanya untuk memfasilitasi perdagangan, tetapi juga mempromosikan perdagangan.

Konektivitas tidak hanya konektivitas fisik, namun juga konektivitas masyarakat dan konektivitas kelembagaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, mendukung pengembangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kerjasama regional.

Harmonisasi peraturan yang didukung oleh deregulasi ekonomi, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, perencanaan terpadu dan koordinasi bersama serta kerjasama ditingkat nasional dan regional. (awe).