Angkasa Pura 2

Optimalisasi Kapal Tol Laut dan Ini Peran Pelni di NTT

Dermaga Ekonomi & BisnisRabu, 27 September 2017
Tol Laut NTT

JAKARTA (Beritatrans.com) – Untuk menjaga kondisi itu serta menunjang peroperasian tol laut di berbagai daerah di Indonesia, Kementerian Perhubungan merencanakan pengembangan Pelabuhan Ba’a Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti menyediakan crane guna meningkatkan kinerja bongkar muat barang serta perpanjangan dermaga sehingga mampu menampung lebih banyak kapal.

Dilansir akun @kemenhub151, Tol Laut di Rote, dilayani dengan KM Caraka Jaya Niaga III-22 dan KM Logistik Nusantara I. Keduanya berangkat dari Tanjung Perak Surabaya, membawa aneka muatan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Sebelumnya, Plt Dirut PT Pelni Hary Boediarto sebagai salah satu operator Tol Laut mebyebutkan, selain mengangkut berbagai komoditas ke Indonesia timur, Pelni juga membangun Rumah Kita.

“Sedang trayek tol laut yang dilayani Pelni sampai 2017 ada 7 trayek termasuk kapal ternak dari Kupang ke beberapa kota di pulau Jawa,” katanya menjawab Beritatrans.com.

Optimalkan Rumah Kita

Pelni membangun Rumah Kita di beberapa pelabuhan di NTT guna memperlancar distribusi logistik di daerah. Ini bagian dari penugasan pemerintah kepada PT Pelni sebagai BUMN kepada bangsa dan negara ini.

Menurut Harry Rumah Kita merupakan depo dan stok logistik di daerah di beberapa pelabuhan yang disingggah kapal tol laut. Rumah tersebut menampung komoditas yang dibawa dan dijual ke masyarakat di daerah.

“Masyarakat, pedagang di daerah bisa langsung membeli kebutuhan pokok di Rumah Kita, sehingga bisa memotong mata rantai distribusi sehingga harga barang lebih murah,” kata Harry.

Untuk mengisi komodita di Rumah Kita, menurut Harry, pihaknya bekerja sama dengan berbagai BUMN logistik di Tanah Air. Mereka menyiapkan komoditas yang akan diangkut, dan Pelni mengangkut serta menyiapkan gudang logistiknya yaitu Rumah Kita di daerah, termasuk di daerah NTT.(helmi)

loading...