Angkasa Pura 2

Kurtubi: Indonesia Saatnya Bangun PLTN Untuk Kebutuhan Konsumsi Listrik di Tanah Air

Ekonomi & BisnisKamis, 28 September 2017
Kurtubi

JAKARTA (Beritatrans.com) – Masih rendahnya investasi salah satuya karena  pasokan energi listrik kurang. Implikasinya, pertumbuhan ekonomi melambas dan ketersediaan dan pembukaan lapangan kerja ikut terendat pula.

“Akibatnya banyak pemuda pemudi kita terpaksa cari nafkah ke Malaysia dan lain lain,” kata pakar migad dan anggota Komisi VII DPR Dr. Kurtubi dalam siaran pers yang diterima Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (27/9/2017) petang.

Menurutnya, pertumbuhan  ekonomi sejak kemerdekaan tidak pernah tumbuh tinggi hanya sekitar 5%. Sementara, potensi ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih besar ada dan terbuka luas.

“Untuk mengejar ketertinggalan kita dan agar bisa menjadi negara maju ekonomi harus  tumbuh tinggi diatas 8% perlu didukung ketersediaan pasikan energi yang cukup,” jelas Kurtubi.

Menurut Kurtubi, Indonesia sudah saatnya membangun PLTN untuk menukupi kebutuhan konsumsi listrik di Tanah Air. “Bung Karno sejak tahun 1950-an sudah  menyita-citakan Indonesia punya PLTN.
Namun hingga hari ini belum terwujud antara,” kilah Kurtubi.

Pengamanan PLTN Berkembang

Ada penolakan sebagian orang dan LSM yang menakut-nakuti, seolah -olah kalau membangun PLTN pasti akan meledak seperti PLTN Chernobyl di Ukraina di thn 1980-an. Atau akan bocor seperti PLTN Fukushima di Jepang beberap tahun yang lalu. “Padahal teknologi dan pengamanan PLTN terus berkembang,” terang Kurtubi.

Saat ini negara penghasil migas seperti UAE misalnya, sebut Kurtubi, sudah punya 1 unit PLTN dan sedang dibangun 2 unit lagi. Proyek serupa (PLTN) menyusul dibangun di Saudi Arabia, Bangladesh dan lain lain. “Di seluruh dunia saat ini sekitar 60 PLTN sedang dibangun,” urai Kurtubi.

Kader Nasdem, itu, menambahkan listrik dari PLTN bersih tidak  menghasilkan debu, CO2, NOx dan merkuri. “Kita bangsa Indonesia tidak boleh terus-terusan takut dengan teknologi,” sebut Kurtubi.

Bangsa Indonesia, tambah Kurtubi, semestinya bisa memanfaatkan karunia Tuhan yang memberikan kecerdasan otak manusia  yang terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi PLTN.

“Insya Allah Manfaat PLTN jauh lebih besar dari mudorotnya dalam   mempercepat kesejahteraan masyarakat,” tegas Kurtubi.(helmi)