Angkasa Pura 2

Menko Luhut: Listrik 35.000 MW Akan Dievaluasi

EnergiKamis, 28 September 2017
IMG-20170927-WA0014

BANDUNG (beritatrans.com) – Pemerintah akan mengevaluasi proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang sebelumnya ditargetkan selesai pada 2019.

“Program 35.000 MW itu dibuat saat asumsi pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 6%-7%, sedangkan yang terjadi sekarang pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan tumbuh 5%-6%,” kata kata Menko Luhut usai mengikuti Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) di Bandung, Rabu (27/9/2017).

Menko Luhut juga mengatakan, saat ini proyek itu akan beroperasi secara komersial (COD) sebesar 20.000-22.000 megawatt tahun 2019 mendatang dan yang 13.000 megawatt baru kontrak Power Purchase Agreement (PPA) dan belum konstruksi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengirimkan surat ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Surat yang tertulis pada 19 September 2017 itu ditandatangani Sri Mulyani bernomor S-781/MK.08/2017 itu berisi lima poin. Salah satu poinnya adalah terkait evaluasi target listrik 35.000 MW.

“Terkait dengan penugasan 35 GW, kami berpendapat perlu dilakukan penyesuaian target penyelesaian investasi PT PLN dengan mempertimbangkan ketidakmampuan PT PLN dalam memenuhi pendanaan investasi dari cashflow operasi, tingginya outlook debt maturity profile, serta kebijakan pemerintah terkait tarif, subsidi listrik, dan penyertaan modal negara (PMN). Hal ini diperlukan untuk menjaga sustainabilitas fiskal APBN dan kondisi keuangan PT PLN yang merupakan salah satu sumber risiko fiskal pemerintah‎,” demikian bunyi surat Menkeu tersebut. (aliy)

loading...