Angkasa Pura 2

Pelni Gandeng KPK Sosialisasi Pencegahan Korupsi

DermagaKamis, 28 September 2017
Gedung PT Pelni di Kawasan Harmoni

JAKARTA (beritatrans.com) – Maskapai pelayaran nasional PT Pelni (Persero) mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berbicara di depan seluruh pimpinan cabang PT Pelni dalam kegiatan “Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi dan Fraud di Lingkungan Kerja PT Pelni” yang diselenggarakan di Kantor Pusat PT Pelni, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Corporate Secretary PT Pelni (Persero), Didik Dwi Prasetio menjelaskan bahwa sebagai perusahaan pelayaran negara, PT Pelni (Persero) berprinsip untuk menjalankan bisnisnya sesuai koridor dan aturan yang mengedepankan prinsip Good Corporate Governance. Untuk memastikan semangat kehati-hatian dalam berusaha, PT Pelni (Persero) merasa perlu untuk menggandeng KPK selaku lembaga negara dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dan turunannya.

“Kami akan melakukan sosialisasi pencegahan gratifikasi dan fraud secara berkala, karena kesadaran untuk membangun integritas secara personal maupun kelembagaan perlu dipupuk, tidak tumbuh dalam sehari. PT Pelni (Persero) sepenuhnya mendukung pemerintah, dan aparat penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK untuk menciptakan Indonesia bebas dari korupsi,” terang Didik Dwi Prasetio.

Dihadapan seluruh direksi, Vice Presiden dan pimpinan cabang PT Pelni, tim Direktorat Gratifikasi KPK Yulia Kamalia memaparkan serta menjawab berbagai pertanyaan seputar gratifikasi dan fraud yang sering ditemukan oleh KPK. Peserta sosialisasi tampak antusias dan mencari tahu dengan detail tentang batasan gratifikasi dan fraud sehingga dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada pegawai dibawahnya di kantor pusat dan cabang.

“Sebagai pimpinan cabang, tentu harus menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik pelanggan PT Pelni (Persero) maupun mitra bisnis. Dengan pemahaman tentang batasan gratifikasi dan fraud, Perusahaan berharap dapat meningkatkan profesionalisme setiap pegawai PT Pelni (Persero), baik di kantor pusat, cabang maupun kapal,” tambah Didik Dwi Prasetio.(aliy)

loading...