Angkasa Pura 2

Awas, Elpiji 3 Kg Rawan Penyelewengan

EnergiJumat, 29 September 2017
Elpiji 3kg

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kebaikan Pemerintah tidak menaikan harga elpiji 3 kg jadi madu yang lezat bagi pencoleng elpiji 3kg dan akibatnya alokasi subsifi elpiji 3kg menguap tak jelas kemana. Subsidi  buat rakyat tidak mampu malah lari ke pihak yang tidak berhak.

“Masalah ini harusnya jadi perhatian Pemerintah. Pengawasan harus diperketat, jangan sampai subsidi bocor kepada orang yang tidak berhak,” kata Direktur Puskepi menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Dikatakan, disparitas harga yang besar  antara harga elpiji subsidi (3 kg)  dengan non subsidi menjadi daya tarik besar bagi pencoleng elpiji untuk selewengkan.

“Bisa jadi, elpiji 3 kg  dioplos ke elpiji tabung  12 kg dan 50 kg sehingga yang menikmati justru orang-orang kaya,” jelas Sofyano.

Harga elpiji 3 kg  sejak adanya elpiji 3 kg , sama dengan harga minyak tanah subsidi dimasa lalu. “Ketika itu selalu tetap di angka Rp2.500/liter,” sebut Sofyano.

Dia menambahkan, elpiji 3 kg adalah bukan barang bisnis. Karenanya untuk elpiji 3 kg terbukti tidak menggunakan sistim marketing tetapi alocating . “Dan ini harusnya secara perlahan dirubah oleh pemerintah,” kilah dia.

Walau elpiji 3 kg bukanlah produk yang masuk kategori produk bisnis, namun ternyata elpiji 3kg sangat diincar banyak pihak.

“Elpiji 3 kg menjadi “ladang bisnis” yang menguntungkan bagi oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab,”  tandas Sofyano.(helmi)

loading...