Angkasa Pura 2

Pilot Sulit Mencari Kerja, Ini Jawaban Apenindo

Kokpit SDMJumat, 29 September 2017
IMG-20170929-WA0027

IMG-20170929-WA0017

CURUG (Beritatrans.com) -  Assosiasi Ahli Penerbangan Indonesia (Apenindo) menggelar seminar Pilot AB Initio How Easy Getting The Job.

Seminar ini  digelar  di Auditorium STPI, Curug, Rabu (27/9/2017.  Capt. Tri N dari STPI datang dan berkenan membuka acara  tersebut. Sementara,  Capt. Jumbo Qatar berkenan sharing profile pilot dengan pencapaian sebagai Pilot di maskapai.

Dari GTA , Daniel clearly menjelaskan Simulator.  Overall, event ini di respons oleh ab initio sangat baik (bagi yang mengerti English Language).

Pemahaman dan permasalahan krusial para orang tua dan ab initio (putra-putrinya) terhadap kesempatan kerja  terjawab oleh penjelasan Capt. Jumbo. Inilah jawaban dari Apenindo.

“AB Initio sudah tidak pernah atau tidak berusaha maintain knowledge and skill as a pilot CPL setelah lulus,” kata Ketua Apenindo Tjoek  Woerjantoko kepada Beritatrans.com,  Jumat (29/9/2017).

Implikasinya, lanjut dia,  pada saat test awal banyak yang fail  ditahap curriculum vitae (CV) validation, Interview dll. Proses test awal 1 – 3 kali.

Masalah kedua, jelas Tjoek yang juga ATC senior alumni STPI itu, dengan mengutip Capt. Jumbo, IELP, Communication skill mereka  sangat lemah. “Saat sesi wawancara dan validasi CV pun banyak berguguran,” kilah dia.

Dikatakan, keinginan orang tua tidak didukung dengan kemampuan Pilot AB Initio itu sendiri. Dengan begitu,  terasa   biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kesempatan kerja.

IMG-20170929-WA0011

Menyalahkan Kondisi Eksternal

Akhirnya, papar Tjoek,  mereka justru menyalahkan situasi  dan kondisi ekstenal. Sementara mereka kurang mawas diri seraya meningkatkan kemampuannya.

Ke depan, masih menurut Tjoek, diharapkan ada maskapai yang membuka lowongan  khusus ab initio dengan syarat-syarat dan  standard penerimaan pegawai + commercial pilot lisencr (CPL) dengan minimum X Jam (misalnya 170 – 200 jam).

Syarat-syarat ATPL Ground dan lainnya sebagai persyaratan kesanggupan   ab initio.  Setelah test tahap standard terpenuhi.

“Bila sanggup dengan persyaratan tersebut, maka orang tua dan ab initio akan berusaha menyiapkan walau keluar biaya,” papar Tjoek menambahkan.

Dia menambahkan, jika syarat dan ketentuan di atas, scheme pembiayaan baru dapat dijalankan. “Bukan hanya itu, bila perlu scheme lainya bisa berjalan pula,” tegas Tjoek.(helmi)