Angkasa Pura 2

Polisi Tangkap Penembak Juragan Kapal Tegal, Ini Dia Kronologisnya

Aksi Polisi DermagaJumat, 29 September 2017
penembakan_20170928_180210

TEGAL (BeritaTrans.com) – Seorang juragan kapal ikan, Ragiman alias Warin bin Rasidi (38), warga Jalan Blanak Gang X/22 RT8 RW1 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, tewas setelah tertembus peluru di bagian tengah dadanya.

Dia ditembak sekitar pukul 03.00, Kamis (28/9) di halaman parkir Karlita International Hotel.

Peluru yang menembus dada korban, kemudian bersarang di pundak kanan warga lainnya, Dedy Setyo Utomo (30), warga Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Keduanya kemudian dibawa warga dan pihak keamanan hotel ke Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Warin tewas dalam perjalanan sementara Dedy hingga kemarin masih dirawat di rumah sakit tersebut.

”Kasus ini berawal dari cekcok antara dua orang. Kemudian ada perkelahian, satu orang dikeroyok sekitar delapan orang. Ada anggota polisi yang berusaha melerai. Tapi karena terdesak, kemudian melepaskan tembakan peringatan,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa SE, saat menjelaskan kronologi kejadiannya kepada wartawan di Ruang Deviacita, Mapolres Tegal Kota, kemarin.

Didampingi Wakapolres Kompol Pri Haryadi, Kabag Ops Kompol Muslich, Kasat Reskrim AKP Agustinus David P, dan Kasat Intelkam AKP Suwartoyo, dia menjelaskan, dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari cekcok An dan Ed di halaman parkir Karlita International Hotel, Jalan Brigjend Katamso 31, tepatnya samping barat diskotek Zodiak atau tepat di depan Masjid Al- Muntaha, sekitar pukul 02.45 hingga pukul 03.00.

Pertengkaran itu diduga karena ada permintaan rokok secara paksa. Tapi belum jelas siapa yang meminta dan dimintai rokok.

Salah seorang rekan An kemudian memberitahukan kejadian itu ke rekannya yang menjadi personel polisi bernama Brigadir RE. Rekan Ed juga memberitahu ke sejumlah rekan-rekannya soal cekcok itu.

Berusaha Melerai

Tak lama kemudian An diketahui sudah dikeroyok sekitar delapan orang. Anggota polisi itu, kemudian berusahan melerainya. Demikian juga korban tewas dan warga lainnya yang menjadi korban penembakan berusaha melerai.

”Karena terdesak, RE kemudian melepaskan tembakan peringatan ke atas sambil mengatakan yang bersangkutan adalah personel polisi dari Polda Jateng. Ini yang terekam dari CCTV hotel dan keterangan sejumlah saksi,” tambah Kapolres Tegal Kota.

Karena terus terdesak dan semua pihak baik yang terlibat perkelahian maupun yang melerai diduga sudah terpengaruh minuman beralkohol, akhirnya polisi itu melepaskan satu tembakan dan tepat mengenai bagian tengah dada Warin.

Ternyata peluru yang menembus dada korban juga bersarang di pundak kanan Dedy. ”Saat ada suara keras tembakan, banyak orang lari berhamburan menyelematkan diri,” terang sejumlah saksi.

Pelaku penembakan juga memanfaatkan situasi itu untuk kabur menyelamatkan diri bersama dua rekannya. Dengan mengendarai sepeda motor dan mobil Toyota Avanza, keluar dari lokasi hotel tersebut.

Kanit II Sat Reskrim Iptu Daryanto dan sejumlah personelnya yang datang ke lokasi kejadian, bersama personel dari Unit Identifikasi kemudian mengamankan lokasi tempat korban jatuh tersungkur.

Rekaman CCTV

Selanjutnya mereka meminta keterangan sejumlah saksi dan melihat kejadian itu lewat rekaman CCTV hotel. Dari rekaman kamera tersembunyi itu, terlihat jelas ada pengemudi Toyota Avanza melaju kencang keluar hotel untuk menyelematkan diri dan kabur.

Pengamatan penyidik di Unit II Sat Reskrim, kemudian dapat diketahui nama dan alamat pengemudi mobil tersebut. Setelah dimintai keterangan, terungkap nama anggota polisi yang melepaskan tembakan.

Tim khusus dipimpin langsung Wakapolres Tegal Kota Kompol Pri Haryadi, didampingi Kasat Reskrim AKP Agustinus David P, personel Propam dan sejumlah personel Sat Reskrim kemudian melakukan upaya penangkapan terhadap anggota polisi itu di wilayah Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

”Jadi dari awal kejadian, sekitar empat setengah jam kemudian, pelaku yang melepaskan tembakan dapat kami amankan pada pukul 07.30, Kamis (28/9).

Pelaku sedang kami mintai keterangan intensif dan ditahan di Mapolres Tegal Kota,” ungkap Kapolres.

Dia menambahkan, soal motif kejadian, dan halhal lain yang berkait soal kejadian tersebut, kini masih dalam pengembangan penyidikan. Ada sekitar enam sampai tujuh saksi yang sudah dimintai keterangan.

Sedangkan tersangka dalam kejadian itu satu orang, dengan barang bukti senjata api pistol dan pakaian korban tewas dan luka yang bersimbah darah. Anggota polisi tersebut, selama ini bertugas sebagai sopir Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Tegal, Kabupaten Tegal.

”Dia sudah dua bulan ini bertugas di Polresta Solo. Berada di Kota Tegal karena sedang izin untuk pulang ke rumahnya di Sumurpanggang untuk menengok ibunya,” terang AKBP Semmy Ronny Thabaa.

Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai membenarkan kejadian itu. Menurut Andy, anggotanya yang berpangkat brigadir tersebut diduga terlibat penembakan di Kota Tegal. Sepengetahuannya, RE baru beberapa bulan bertugas di Solo. (lay/sumber: suaramerdeka.com).