Angkasa Pura 2

Balitbanghub: Angkutan Pedesaan Berperan Penting Sejahterakan Masyarakat Desa

LitbangSelasa, 3 Oktober 2017
2017-10-03 14.06.39

2017-10-03 16.22.31

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc, mengemukakan pembangunan angkutan pedesaan seolah-olah belum mendapatkan perlakuan sama dengan pembangunan transportasi di perkotaan.

Hal itu dikemukakannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Peran Angkutan Pedesaan Dalam Sistem dengan tema “Peran Angkutan Pedesaan Dalam Sistem Transportasi Nasional (Sistranas).”

Diskusi digelar Balitbanghub bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu dibuka dengan pemotongan tumpeng, Selasa (3/10/2017).

2017-10-03 13.55.41

2017-10-03 14.11.00

Hadir dalam pembukaan lomba antara lain Staf Ahli Menteri Perhubungan DR Umar Aris, Kapuslitbang Transportasi Darat dan Perkeretaapian Balitbanghub Ir. Danto Restyawan, perwakilan Rektor UGM, para dekanat Fakultas Teknik UGM, dan Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM.

Juga hadir perwakilan dari Dinas Perhubungan Yogyakarta, serta pejabat struktural dan peneliti di lingkungan Balitbanghub antara lain Kepala Bagian Data, Humas dan Publikasi Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub), Rosita Sinaga.

Umiyatun mengemukakan Sistranas dinilai seakan-akan masih belum mengakomodir pembangunan angkutan pedesaan, dengan tidak adanya peraturan yang terkait dengan angkutan pedesaan. Padahal angkutan pedesaan memegang peranan penting dalam roda perekonomian pedesaan dalam menyejahterakan masyarakat di pedesaan.

Dia menuturkan transportasi pedesaan merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat.

Dengan adanya transportasi harapannya dapat menghilangkan isolasi dan memberi stimulan ke arah perkembangan di semua bidang kehidupan, baik perdagangan, industri maupun sektor lainnya di daerah perdesaan.

Dalam kaitan pembangunan pedesaan, pembangunan transportasi tidak bisa berdiri sendiri dan tidak terlepas dengan pembangunan sektor yang lain. Ini berkaitan erat dengan pembangunan sektor lainnya seperti sektor ekonomi, kependudukan, dan sebagainya.

Dengan demikian penyelesaian problem transportasi dan aksesibilitas perdesaan tidak akan diperoleh jika cara pandang terhadap problem transportasi masih terkotak-kotak dan pendekatannya masih case by case problem solving.

Pembenahan sistem transportasi harus dilakukan melalui spektrum yang luas, menyeluruh, terkoordinasi, dan tentu saja konsisten. Untuk itu diperlukan koordinasi yang baik dari setiap aktor penentu kebijakan yang langsung atau tidak langsung kebijakannya berpengaruh terhadap kinerja sistem transportasi dan aksesibilitas perdesaan.

Karenanya, dalam rangka mendapatkan pemahaman tentang bagaimana membagun transportasi pedesaan dalam menunjang perekonomian pedesaan yang berdaya saing, maka Badan Litbang Perhubungan sangat perlu untuk mengadakan FGD dengan tema “Peran Angkutan Pedesaan Dalam Sistem Transportasi Nasional (Sistranas)”.

Focus group discussion (FGD) ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peran angkutan pedesaan dalam sistem transportasi nasional (sistranas) sehingga nantinya kita bisa mengindetifikasi permasalahan dan solusi pengembangan angkutan pedesaan dalam mendukung perekonomian pedesaan.

Umiyatun menjelaskan FGD ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua stake holder transportasi dalam melakukan perencanaan saran dan prasarana transportasi yang lebih baik secara efektif dan efisien. (awe)