Angkasa Pura 2

Angkasa Pura I Targetkan Konsinyasi Lahan Bandara Kulon Progo Selesai Oktober

BandaraRabu, 4 Oktober 2017
72c8909a-e23a-4d3e-af14-b671a3147d51_169

YOGYAKARTA (beritatrans.com) – Proses konsinyasi pembebasan lahan untuk proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau Bandara Kulon Progo ditargetkan PT Angkasa Pura I selesai pada Oktober ini. Pengosongan lahan yang telah dikonsinyasi dilakukan pada November 2017.

Demikian disampaikan Proyek Manager pembangunan NYIA Sujiastono kepada beritatrans.com dan aksi.id dari Yogyakarta, Rabu (4/10/2017).

Puji Astono mengatakan, dalam rangka percepatan pembangunan New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, PT Angkasa Pura I bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Kanwil BPN DIY selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Pemda DIY, Kejaksaan Tinggi DIY selaku TP4D dan Tim Pendamping Hukum AP I, BPKP dan jajaran instansi terkait. Termasuk juga bekerja sama dengan Pemkab Kulon Progo, Kejaksaan Negeri Wates, Pengadilan Negeri Wates Camat Temon, dan jajaran pemerintah desa terdampak seperti Desa Jangkaran, Sindutan, Glagah, dan Kebonrejo. Adapun dari aspek pengamanannya bekerjasama dengan Polres Kulon Progo, Kodim 0731 Kulon Progo, dan Satradar Congot 215.

“Kami semua berupaya melakukan percepatan penyelesaian pengadaan tanah untuk kepentingan umum serta percepatan pelaksanaan pekerjaan yang terkait dengan pembangunan bandara NYIA,” kata Sujiastono.

Menurutnya, proses konsinyasi dan pengosongan lahan akan simultan dengan perencanaan pembangunan fisik air side maupun land side.

Selain upaya tersebut, kegiatan proses konsignasi penitipan nilai ganti pengadaan tanah di PN Wates tetap berlanjut sesuai proses penitipan seperti yang diatur pada UU Nomor 2 Tahun 2012, PERMA Nomor 3 Tahun 2016, serta peraturan lainnya yang terkait tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Sampai hari ini, Rabu (4/10/2017) sudah ada 248 bidang yang teregister, terdiri dari 182 bidang sudah dibayarkan penitipan uangnya di PN Wates dan 66 bidang sedang dalam proses persidangan.

“Adapun sisanya masih dalam proses pemberkasan di Kanwil BPN DIY,” tuturnya. (aliy)

Foto: detik.finance