Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Matangkan Penyusunan Kebijakan Operasional di Terminal Tipe A

KoridorRabu, 4 Oktober 2017
IMG-20170815-WA0045

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebagai bagian dari rangkaian rencana perwujudan terminal tipe A Wow “Jauh Lebih Keren”, Ditjen Perhubungan Darat tengah mematangkan kebijakan pelaksanaan operasional terminal sembari secara bertahap melakukan peningkatan prasarana terminal.

Disebutkan Direktur Prasarana Jujun Endah Wahjuningrum, wajah terminal tipe A harus dapat berubah lebih baik lagi dan pelayanannya pun harus ditingkatkan.

“Terus terang saja, saat melakukan pantauan beberapa terminal saat awal peralihan pengelolaan, kami langsung tertantang untuk memperbaiki dan meningkatkannya,” ujar Jujun kepada BeritaTrans.com, Rabu (4/10/2017).

Saat ini, dituturkannya, tengah dimatangkan 14 kebijakan untuk dapat diterapkan di terminal-terminal kelolaan Ditjen Hubdat.

Ke-14 kebijakan itu diantaranya terkait Inspeksi Fasilitas Terminal, Pemeliharaan kebersihan Fasilitas Terminal, Ketertiban dan Keteraturan Pengunjung Terminal, Kenyamanan Terminal meliputi Pelayanan Trolley, Penitipan Barang, Area Merokok, Tempat Bermain Anak, Ruang Ibu Menyusui, fasilitas Kesehatan dan kesiagaan petugas juga papan petunjuk informasi dan Laporan Harian Petugas.

Selain itu juga tengah disusun Kebijakan dalam urusan Petugas Keamanan Terminal, Customer Service, Pengawasan Parkir Kendaraan, Pelayanan Tempat Istirahat Awak Kendaraan, Pelayanan Kaum Difabel, dan Crisis Center Terminal.

“Kami masih menerima masukan dari berbagai pihak melalui Uji Publik baik masukan atau tambahan urusan yang harus diatur guna pengkayaannya,” ucap dia.

Namun, Jujun menegaskan bahwa peran manusia dalam berbudaya disiplin juga perlu mendapat perhatian, agar perwujudan terminal A lebih baik dan setara Stasiun dan Bandara dapat terealisasi sesuai harapan.

“Untuk itu dukungan semua pihak sangat penting agar terminal menjadi lebih baik, berbudaya, dan nyaman,” katanya.

Pekan ini akan dilakukan Uji Publik di Solo dan Cirebon. Untuk pengujian di Solo, dipimpin langsung oleh Jujun dengan menghadirkan Pengamat Transportasi, Direktorat di lingkungan Ditjen Hubdat, stakeholder, dan perwakilan media massa. (omy)

loading...