Angkasa Pura 2

Kemhub Batalkan Anggaran Perpanjangan Runway BIJB

Another News BandaraRabu, 4 Oktober 2017
tmp_10127-bandara-kertajati-553x324-1470450513

BANDUNG (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan membatalkan rencana kucuran dana dari APBN sebesar Rp350 miliar pada tahun anggaran 2018 untuk pembangunan landas pacu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dana sebesar itu pada mulanya untuk merealisasikan runway BIJB Kertajati menjadi sepanjang 3.000 meter.

“Dana sebesar itu dibatalkan pengalokasiannya oleh Kementerian Perhubungan. Padahal, dana tersebut diplot untuk menyelesaikan pembangunan runway pada tahun 2018. Dampaknya tentu sangat signifikan karena sampai saat ini runway baru 2.500 meter,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady di Bandung, Jawa Batay, Rabu (4/10/2017).

Daddy mengatakan, PT BIJB juga merasa terkejut dengan adanya pembatalan alokasi dana APBN tersebut.

“PT BIJB sendiri terkejut mendengar pembatalan itu. Mereka memang pada mulanya lebih konsern pada pembangunan sisi darat sedangkan pembangunan sisi udara didanai APBN,” kata dia.

Menurut Daddy, perjanjian kerja sama antara PT BIJB dengan PT Angkasa Pura II membuat berlakunya PP Nomor 40 Tahun 2012 yang tidak memperkenankan masuknya APBN.

Meskipun demikian, ia tidak ingin hanya karena adanya MoU PT BIJB dengan PT AP II lantas pembangunan bandara tersebut menjadi tersendat apalagi mangkrak.

“Pembangunan BIJB Kertajati amat diharapkan segera selesai sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Barat. Mengapa? Beroperasinya BIJB Kertajati pasti akan menjadi salah satu pengungkit percepatan laju perekonomian Jabar. Jadi, kami sangat berharap agar pembangunan bandara di atas lahan 980 hektare itu segera terwujud,” ujar Daddy seperti dilansir republika.co.id.

Ia memperkirakan, jika PT AP II tidak bersedia melanjutkan pembangunan runway menjadi 3.000 meter maka pemberangkatan haji dari BIJB Kertajati pertama kali pada tahun 2018 hanyalah isapan jempol belaka. (aliy)