Angkasa Pura 2

BPTD Wil III Sumatera Barat Mulai Operasikan Jembatan Timbang

KoridorKamis, 5 Oktober 2017
IMG_20171005_120152

IMG-20171005-WA0050

TANJUNG BALIK (BeritaTrans.com) – Kehadiran Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sudah memperlihatkan kinerja yang baik, hal ini terlihat bahwa dari 25 BPTD yang dibentuk pada Juli 2017 mulai makin mengangkat marwah Ditjen Perhubungan Darat.

“Hari ini kami mulai mengoperasikan UPPKB (Jembatan Timbang) Tanjung Balik, Sumatera Barat,” ujar Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Ariandi Ariyus .

Andi mengatakan, selama ini para pengusaha seolah tidak mau tahu terhadap aturan terkait penyelenggaraan angkutan barang, sejak januari 2017 UPPKB ditangani pusat dan pantauan di lapangan hampir 90 persen kendaraan melanggar, baik dari lebih muatan maupun persayaranteknis seperti modifikasi karoseri bak muatan.

“Untuknya, hari ini saya sampaikan, sejalan dengan perintah Dirjen Darat yang secara serempak se Indonesia mulai dilakukan penindakan di UPPKB,” tegas Andi yang juga Putera Minang itu.

Pengoperasian Jembatan Timbang memang sangat penting, karena dari pantauan yang dilakukan, tingkat kerusakan jalan sangat dipengaruhi oleh kelebihan muatan.

IMG-20171005-WA0049

Tentu harapannya, petugas Jembatan Timbang tidak hanya sekadar mengawasi saja atau menda tapi lebih dari itu harus menegakkan aturan alias tindakan nyata, jangan sebagai tempat pungli.

“Kami ingatkan kepada seluruh pengusaha di Sumbar untuk tidak main main, karena saat ini kami sosialisai selama dua minggu dan akan menjadi perhatian, setelah itu bila ditemukan pelanggaran di Jembatan Timbang maka akan ditindak dan tilang.

“Kalau ada pelanggaran berat seperti over load dan over dimensi, maka saya akan kandangkan,” katanya sambil menunjuk unit kendaraan barang yang ditimbang.

Saat ini jumlah kendaraan angkutan barang yang melintas cukup banyak. Dari data yang dihimpun dari petugas UPPKB Tanjung Balik, rata rata LHR untuk dua arah sebesar antara 700 s/d 800 kendaraan. (omy)