Angkasa Pura 2

Pengemudi Angkutan Umum Harus Istirahat Setelam 4 jam bekerja

Destinasi KoridorKamis, 5 Oktober 2017
Waktu Istirahat Pengemudi

JAKARTA (Beritatrans.com) – Konsentrasi menjadi hal pokok yang wajib dimiliki tiap pengemudi. Sebab keadaan jalan raya, selalu menuntut kewaspadaan.

“Pengemudi (angkutan umum) tidak boleh terlalu lelah. Idealnya, pengemudi beristirahat selama 30 menit, setelah 4 jam bekerja,” kutip dari akun @kemenhub151 di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Oleh karena itu, Pemerintah sebagai regulator terus memantau kesehatan dan kesiapan pengemudi angkutan umum. Ditjen Perhubungan Darat dan BPTJ sering melakukan pemeriksaan secara acak kepada pemudi terutama bus AKAP di beberapa terminal menjelang keberangkatan ke tempat tujuan.

Operator bus AKAP juga harus menyiapkan pengemudi pengganti, segingga mereka bisa bekerja optimal. Setiap 4 jam sekali ganti, dan perjalanan bus ke tempat tujuan bisa berjalan lancar, aman dan selamat karena dikemudikan orang yang benar-benar sehat dan prima.

Data Korlantas Polri menyebutkan, hasil investigasi di lapangan menyebutkan, penyebab kecelakaan yang paling banyak karena faktor human error. Hal itu bisa karan pengemudi ngantuk, sudah lelah, tidak fokus nekerja dan lainnya.

Untuk meningkatkan keselamatan transportasi, KNKT merekomendasikan agar setiap bus AKAP yang dioperasikan membawa pengemudi cadangan. Selain itu, mereka juga istirahat dalam waktu cukup, sehingga saat bekerja bisa optimal.

Pengemudi bus pariwisata harus beristirahat yang cukup dan kembali bekerja dengan kondisi prima. Oleh karena itu, perlu waktu dan tempat istrahat yang cukup pula. Dengan begitu diharapkan tidak memicu kecelakaan apalagi sampai menelan korban jiwa.(helmi)