Angkasa Pura 2

Pembayaran Upah Buruh Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok Masih Tersendat

DermagaSelasa, 10 Oktober 2017
130701_petikemas-6-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- Pembayaran upah buruh petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok masih tersendat. Senin (9/10/2017) kemarin sejumlah buruh sempat marah mempertanyakan keterlambatan tersetebut.

Setelah terjadi ketegangan, akhirnya Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) setempat sorenya membayar sebagian upah buruh tersebut, kata Ketua SP Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (TKBMI), Ali Sumarto, Selasa (10/10/2017).

Ali mengatakan kebutuhan dana untuk upah buruh petikemas yang di alokasikan di Terminal Petikemas JICT , TPK Koja dan NPCT One sekitar Rp 300 juta/hari atau hampir Rp 2 miliar seminggu.

Sementara, penyedia jasa (Terminal Petikemas) yang membayar uang muka ( deposit) hanya JICTsebesar Rp 500 juta/minggu. Selebihnya harus menunggu pencairan tagihan dari penyedia jasa yang membutuhkan waktu.

Menurut Ali Sumarto, Koperasi TKBM harus punya dana talangan Rp 1,8 miliar atau minimal Rp 1 miliar/ minggu agar pembayaran upah buruh dapat berjalan baik atau kalau terlambat minimal hanya 1 hari, katanya.

Sekarang ini, kata Ali, Koperasi TKBM baru mampu membayar upah buruh 3 hari sekali. Padahal lazimnya pembayaran dilakukan tiap hari setelah buruh usai bekerja.

Beberapa waktu lalu Ketua Koperasi TKBM H Suparman sempat membuat pernyataan tertulis yang menyebutkan mulai Senin (28/8/2017 ) upah buruh akan dibayar tepat waktu dan kalau tidak dia akan mundur dari jabatan , ujar buruh.
(wilam)