Angkasa Pura 2

Indonesia Bersiap Susun Aturan Persyaratan Stabilitas Kapal

DermagaRabu, 11 Oktober 2017
IMG-20171011-WA0090

IMG-20171011-WA0063

BEKASI (BeritaTrans.com) – Melalui Konsiyering Penyusunan Peraturan Persyaratan Stabilitas Kapal Indonesia di Perairan kawasan Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut bersiap memiliki aturannya.

Dalam upaya peningkatan keselamatan pelayaran dan pertumbuhan ekonomi nasional serta konektivitas antarpulau dan melindungi lingkungan maritim telah ditetapkan Undang – Undang Pelayaran nomor 17 tahun 2008.

Salah satu faktor yang paling penting dalam menunjang keselamatan kapal menurut Kasubdit Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Kapel) Rancang Bangun Stabilitas dan Garis Muat Kapal Subagiyo yang membacakan sambutan Direktur Kapel Capt. Rudiana, adalah stabilitas kapal.

“Yakni kemampuan kapal untuk kembali pada posisi awal ketika menghadapi pengaruh baik dari dalam maupun luar kapal,” ujar Subagiyo di Bekasi, Rabu (11/10/2017).

Keseimbangan kapal pada saat diapungkan, katanya, tidak miring ke kiri atau ke kanan. Demikian juga pada saat berlayar, pada saat kapal diolengkan oleh ombak atau angin, kapal dapat tegak kembali.

“Pentingnya menghitung stabilitas kapal, maka setiap awak kapal dan calon awak kapal bersangkutan harus dibekali dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kondisi stabilitas sehingga keselamatan dan kenyamanan dapat dicapai,” urai dia.

Namun sayangnya, hingga saat ini Indonesia belum memiliki peraturan persyaratan stabilitas kapal yang khusus dan masih menggunakan aturan perhitungan stabilitas menggunakan aturan International Code On Intact Stability 2008, 2009 edition.

“Melihat kondisi itu maka perlu suatu peraturan yang khusus beroperasi di perairan Indonesia,” tuturnya.

Dengan konsinyering ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan pengawaaan serta pemenuhan salah satu aspek keselamatan pelayaran untuk mencegah kecelakaan kapal. (omy)