Angkasa Pura 2

Kemenko Maritim Akan Percepat Jalur Pelayaran Perintis Jawa Bagian Selatan

DermagaRabu, 11 Oktober 2017
IMG-20171011-WA0009

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) mempercepat pembangunan jalur pelayaran perintis di bagian Selatan Pulau Jawa, utamanya pembangunan berbagai infrastuktur pendukung yang sebagian telah dilaksanakan dan sudah berjalan. Percepatan pembangunan ini bertujuan untuk mendukung program Tol Laut yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Selain itu, agar kesenjangan sarana dan prasarana antara Utara dan Selatan Pulau Jawa bisa dikurangi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Ridwan mengatakan, Kemenko Maritim dalam waktu 1 bulan dari sekarang akan mengadakan Rakor Tingkat Menteri untuk membahas lebih lanjut permasalahan-permasalahan yang terjadi, dengan melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat.

“Dari daerah kita akan undang Pemprov dan 7 Pemkab penggagas, karena ada beberapa infrastuktur prioritas yang diharapkan oleh wilayah-wilayah di Selatan Pulau Jawa,” imbuhnya.

Ke-7 kabupaten terkait diantaranya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Trenggalek.

Asisten Deputi Infrastuktur Konektivitas Sistem Logistik Kemenko Maritim, Rusli Rahim menjelaskan laut selatan memiliki kompleksitas tersendiri, diantaranya level gelombang yang tinggi. Maka perlu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak untuk merealisasikannya.

Ditargetkan pada akhir tahun 2019, Jalur pelayaran perintis di Selatan Pulau Jawa ini bisa terealisasi, dengan demikian keseimbangan antara Utara dan Selatan Pulau Jawa dapat terwujud dengan baik.

“Dan beban kepadatan Jalur Utara Jawa dapat diminimalisir dan terdistribusi dengan rata. Dampaknya akan terjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian Selatan Pulau Jawa,” kata Rusli. (aliy)