Angkasa Pura 2

OP Tanjung Priok Segera Jalin Kerjasama Dengan BC Untuk Pantau Kontainer Long Stay

DermagaRabu, 11 Oktober 2017
G4CLfeCO-Kepala-Kantor-Otoritas-Pelabuhan-Utama-Tanjung-Priok-I-Nyoman-Gede-Saputra-765x510-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok akan bekerjasama dengan KPU Bea dan Cukai setempat untuk memantau kontainer impor yang sudah clearance pabean tapi masih berada di lini 1 Terminal Petikemas lebih dari tiga hari (long stay).

Hal itu diungkapkan Kepala OP Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra menjawab pertanyaan BeritaTrans. com, kemarin.

Nyoman mengatakan untuk mendapatkan data akurat kontainer long stay di terminal petikemas, OP sudah merintis kerjasama dengan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok.

Tapi kerjasama itu memerlukan waktu karena OP harus membangun sistem lebih dulu agar dapat terkoneksi dengan sistem di KPU Bea dan Cukai.

Sementara ini untuk informasi kontainer long stay, Nyoman mengakui masih berdasarkan laporan Terminal Petikemas.

Sebelumnya, Senin (9/10/2017), Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menerbitkan Surat Keputusan Kepala OP Tanjung Priok No: UM008/27/11/OP.TPK-2017 tentang mekanisme dan tata cara pemindahan barang yang melewati batas waktu penumpukan (long stay) sesuai PM 25 Tahun 2017.

Semua Terminal harus mematuhi PM 25 Tahun 2017 itu segera. “Bulan ini juga harus sudah dilaksanakan. Kami akan berikan sanksi bagi terminal yang melanggar,” ujar Nyoman.

Dihubungi terpisah, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Widijanto mengatakan kerjasama OP dan KPU Bea Cukai mutlak diperlukan untuk mendapatkan data akurat soal kontainer long stay.

“Kalau OP hanya mengandalkan laporan dari Terminal Petikemas datanya bisa tidak akurat. Karena Terminal Petikemas punya kepentingan agar kontainer lebih lama mengendap di lini 1 terkait dengan tambahan pendapatan dari sektor jasa penumpukan,” ujarnya.

Kerjasama OP dan KPU Bea Cukai selain dapat dipakai untuk memantau kontainer long stay juga dapat digunakan untuk memantau kontainer belum ajukan dokumen pabean yang lebih tiga hari berada di lini 1 harus pindah ke Tempat Penimbunan Sementara (TPS), kata Widijanto.

Di Pelabuhan Tanjung Priok terdapat lima Terminal Petikemas yang menangani impor/ekspor meliputi: JICT, TPK Koja, MAL, TO3 PTP dan NPCT One. (wilam)