Angkasa Pura 2

GINSI Minta OP Tindak Tegas Terminal Petikemas Tahan Kontainer Long Stay

DermagaKamis, 12 Oktober 2017
compact_peti_kemas-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) harapkan Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok menindak tegas Terminal Petikemas yang menahan kontainer impor sudah dapat Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Ketua BPD GINSI DKI, Capt Subandi, Kamis (12/10/2017) mengatakan permasalahan kontainer sudah SPPB tapi dibiarkan di lini 1 Terminal Petikemas sudah lama dipersoalkan tapi sampai kini diduga masih terjadi.

Pasalnya Terminal punya kepentingan. Semakin lama kontainer mengendap semakin besar terminal mendapat uang jasa penumpukan, kata Subandi.

Mentri Perhubungan mengeluarkan Peraturan No PM 25 Tahun 2017 yang intinya membatasi lamanya kontainer sudah mendapat SPPB berada di lini 1 paling lama 3 hari.

Kemudian, Senin (9/10/2017), Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok menerbitkan Surat Keputusan Kepala OP Tanjung Priok No: UM008/27/11 /OP .TPK-2017 tentang mekanisme dan tata cara pemindahan barang yang melewati batas waktu penumpukan (long stay) sesuai PM 25 Tahun 2017.

“Bagi Ginsi,” kata Subandi, masalah pemindahan kontainer long stay harus dijalankan. Karena fungsi pelabuhan tempat bongkar muat barang bukan tempat menimbun barang, katanya.

“Saya berharap pihak terminal
harus jujur melaporkan keberadaan petikemas yang sudah SPPB kepada OP sebagai lembaga yang berfungsi menegakkan peraturan termasuk PM25 Tahun 2017,” ujarnya.

Apalagi masalah ini sudah menjadi perhatian pemerintah termasuk Presiden sebagai upaya mengendalikan/menurunkan biaya logistik, katanya.

Apabila terminal tidak melaksanakan PM 25 Tahun 2017 atau memberikan laporan bohong atas keberadaan petikemas yang sudah SPPB kepada OP harus ditindak tegas karena melanggar aturan pemerintah.

Sebelumnya Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok I Nyoman Gede Saputra mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan KPU Bea dan Cukai setempat untuk memantau kontainer impor yang sudah clearance pabean tapi masih berada di lini 1 Terminal Petikemas lebih dari tiga hari (long stay).

Tapi kerjasama itu memerlukan waktu karena OP harus membangun sistem lebih dulu agar dapat terkoneksi dengan sistem di KPU Bea dan Cukai.

Sementara ini untuk informasi kontainer long stay, Nyoman mengakui masih berdasarkan laporan Terminal Petikemas. (wilam)