Angkasa Pura 2

Kapal KM Hidup Bahagia & 5 Kru Ditangkap Otoritas Australia

DermagaKamis, 12 Oktober 2017
2017-10-12 19.44.47

KUPANG (BeritaTrans.com) – Sejumlah nelayan asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap otoritas Australia karena dituding menangkap ikan hiu di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) NTT, Wahid Wham Nurdin mengatakan, penangkapan terhadap nelayan asal NTT itu setelah adanya operasi gabungan bersama tim pengawas dari Indonesia dan Australia di wilayah perairan perbatasan kedua negara.

“Mereka ditangkap patroli Austalia atas tuduhan menangkap ikan hiu dan ikan dasar di wilayah perairan perbatasan. Saat diperiksa, kapal mereka memang ditemukan ada ikan dasar itu. Kalau mereka hanya tangkap ikan cakalang pasti mereka tidak akan ditangkap,” ungkap Wahid.

Menurut Wahid, ia mengetahui adanya penangkapan terhadap para nelayan itu dari petugas dan pengawas dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTT.

“Mereka ditangkap pekan lalu dan saat ini masih ditahan di Australia. Kita juga belum tahu kondisi mereka seperti apa,” ucapnya.

IDENTITAS NELAYAN
Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Muhammad Saleh Goro, membenarkan adanya penangkapan lima orang nelayan oleh otoritas Australia.

Lima orang nelayan itu adalah Karman (Nahkoda), La Sarwan, La Supri, La Pahari serta La Rendi (anak buah kapal). Menurut Goro, kapal ikan yang tertangkap petugas perairan kemanan laut Australia merupakan kapal ikan milik La Dando E.

“Kapal ikan yang dilaporkan ditangkap Australia adalah KM Hidup Bahagia milik seorang warga Kota Kupang,” ujar Goro, Kamis (12/10/2017).

Kapal itu, sambung dia, memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI) No Diskan.523/A.119/198/VII/2017, masa berlaku 25 Juli 2018. Penerbit SIPI adalah BKPM dan Perizinan Terpadu Kota Kupang. Kapal tersebut berkemampuan lima GT.

“Untuk diketahui bahwa kapal itu dilengkapi pancing rawai itu berpangkalan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tenau Kupang dan berangkat dari Tenau 29 September 2017,” paparnya.

Saat ini, kata Goro, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Konsulat RI di Darwin untuk mengetahui kondisi lima orang nelayan itu.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah nelayan asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap otoritas Australia karena dituding menangkap ikan hiu di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) NTT, Wahid Wham Nurdin mengatakan, penangkapan terhadap nelayan asal NTT itu setelah adanya operasi gabungan bersama tim pengawas dari Indonesia dan Australia di wilayah perairan perbatasan kedua negara.

“Mereka ditangkap patroli Austalia atas tuduhan menangkap ikan hiu dan ikan dasar di wilayah perairan perbatasan. Saat diperiksa, kapal mereka memang ditemukan ada ikan dasar itu. Kalau mereka hanya tangkap ikan cakalang pasti mereka tidak akan ditangkap,” ungkapnya.

Wahid mengaku, belum mengetahui persis siapa dan berapa nelayan yang ditangkap. Namun kapal yang memuat para nelayan itu bernama Hidup Bahagia. Kapal itu milik warga Namosain, Kota Kupang.

Menurut Wahid, ia mengetahui adanya penangkapan terhadap para nelayan itu dari petugas dan pengawas dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTT.

“Mereka ditangkap pekan lalu dan saat ini masih ditahan di Australia. Kita juga belum tahu kondisi mereka seperti apa,” ucapnya. (lia/sumber: kompas.com).