Angkasa Pura 2

YLKI Soal Wajib Pakai E-Toll: Pengelola Harus Beri Insentif

KoridorKamis, 12 Oktober 2017
123731901-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) -Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).dan pengelola tol untuk memberikan insentif tarif kepada pengguna tol yang sudah menggunakan e-toll.

“Pengguna e-toll harus diberikan diskon terhadap tarif yang harus dibayarnya. Karena mereka telah membantu program pemerintah sekaligus memberi keuntungan kepada pengelola jalan tol. dan Bank Indonesia (BI), kata Ketua YLKI, Tulus Abadi, Rabu (11/10/2017) sore di Jakarta.

Tulus mengatakan semua pengguna tol mulai 31 Oktober 2017 wajib menggunakan kartu elektronik (e-toll). Kementerian PUPR dan mengelola jalan tol mengklaim bahwa e-toll sebagai instrumen untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen pengguna jasa tol.

Tetapi sebenarnya, kata Tulus, penggunaan e-toll secara keseluruhan lebih banyak menguntungkan pengelola jalan tol daripada pengguna jalan tol (konsumen).

Keuntungan bagi pengelola tol yaitu tidak lagi pusing menyiapkan uang recehan untuk kembalian pada konsumen yang jumlahnya puluhan miliar rupiah per harinya.

Keuntungan lain bagi pengelola tol, tambahnya, transparansi jumlah pengguna jalan tol yang sesungguhnya lebih terjamin kepastiannya sekaligus meminimalisasi upaya manipulasi pendapatan.

Pengguaan e-toll juga menguntungkan Bank Indonesia (BI) karena dapat mengurangi anggaran untuk biaya cetak uang.

“Apalagi perbandingan antara nilai nominal uang dengan biaya produksi pembuatannya lebih besar biaya produksinya, khususnya untuk mata uang pecahan kecil,” tambah Tulus Abadi.

Dia mengatakan pemberian insentif tarif bagi pengguna e-toll pernah dilakukan pemerintah pada Lebaran lalu. Pemudik yang menggunakan e-toll diberikan diskon 25 persen, ujarnya.

Terkait dengan pengguna tol wajib menggunakan e-toll mulai akhir Oktober, YLKI mendesak pegelola tol meng-upgrade “mesin” card reader e-toll.

Menurut pengamatan YLKI transaksi e-toll sering terkendala antara.lain disebabkan konsumen yang belum terbiasa. Selain respon mesin card reader sering terlambat sehingga transaksi lebih lama;

YLKI juga minta pengelola jalan tol memperbanyak akses isi ulang, terutama di area sekitar pintu masuk jalan tol dan di lokasi rest area.
(wilam)