Angkasa Pura 2

Dua Penumpang Kapal Laut Bawa 20 Kg Shabu Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Priok

DermagaJumat, 13 Oktober 2017
20171013_112433-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com – Garis pantai Pelabuhan Tanjung Priok tergolong rawan tempat masuknya narkoba. Karena itu Polres Pelabuhan Tanjung Priok sangat concern melakukan pencegahan masuknya barang berbahaya itu melalui wilayah hukum Polres Pelabuhan setempat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso disela konperensi pers tentang penangkapan shabu seberat 20 kg , Jumat (13/10/2017) di Mako Polres setempat.

Kapolres Eko Hadi Santoso mengatakan beberapa petunjuk yang mendikasikan wilayah Pelabuhan Tanjung Priok rawan penyelundupan narkoba yaitu pihaknya sering menemukan narkoba yang ditinggalkan penumpang kapal setelah mengetahui aparat melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan mau pun penumpang.

Dia mengatakan sebelumnya Polres Pelabuhan Tanjung Priok sudah menggagalkan penyelundupan narkoba dengan berat sekitar 10 kg. “Total dengan kasus yang sekarang ini penyelundupan narkoba yang digagalkan Polres setempat sudah 30 kg dalam kurun waktu tahun in.”

Khusus kasus 20 kg Shabu, kata Kapolres, dibawa penumpang sebuah kapal yang tidak disebutkan namanya dari Tanjung Pinang ke Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok , 4 Oktober lalu.

Untuk mengelabui petugas barang haram tersebut disembunyikan dalam 10 koli ikan asin warna merah.

Dalam konperensi pers selain Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok juga hadir Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Kapolres mengataka jaringan yang membwa 20 kg shabu ini dipastikan jaringan besar. ” Kita sedang dalami kasus ini untuk mengungkap secara tuntas,” ujarnya.

Dalam kasus ini ditangkap dua tersangka masing masing Fitria (31) warga Lampung Timur dan Tan Yen Poh alias Aming (48) warga Johor Malaysia.

Para tersangka diancam hukuman penjara seumur hidup, pidana mati atau pidana penjara 20 tahun. (wilam)