Angkasa Pura 2

Harga Solar Murah Beratkan Keuangan Pertamina

Energi KoridorJumat, 13 Oktober 2017
spbu-di-jakarta-

JAKARTA (Beritatrans.com) – Harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Indonesia dijual jauh lebih murah dari harga keekonomiannya. Hal itu terjadi akibat Pemerintah memberikan subsidi sehingga memberatkan APBN.

Harga keekonomian BBM solar pada periode Januari sampai September 2017 rata rata berada pada angka Rp6.550,- per liter. Sedang harga jual solar di masyarakat hanya Rp5.150 per liter.

Pemerinah harus memberikan subsidi karena di pasaran solar dijual lebih murah dari harga tersebut. Akibatnya memberatkan keuangan negara di APBN.

“Jika dibandingkan dengan harga jual solar bersubsidi yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp5.150 per liter, maka disparitas harga dengan harga solar non subsidi atau keekonomian adalah sebesar Rp1.400 per liter,” kata Direktur Pskepi Sofyano Zakaria kepada Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (12/10/2017) petang.

Selisih harga jual solar bersubsidi dengan harga keekonomian sebesar Rp1.400 perliter tersebut. “Harga itulah yang kemudian disubsidi dan saat ini masih menjadi tanggungan Pertamina sebaga BUMN dan penyedia BBM jenis solar,” jelas Sofyano.

Dengan kuota BBM solar di APBNP 2017 sebesar 14,82 juta kilo liter (KL). Implikasinya, pengguna solar subsidi memperoleh “subsidi” Pertamina sekitar Rp20,7 triliun.

Sementara untuk subsidi dari Pemerintah sebesar Rp500 per liter yang ada pada harga jual bersubsidi di tingkat konsumen.

“Para pengguna solar bersubsidi menikmati subsidi dari negara sekitar Rp7,4 triliun dan sejauh ini masih menjadi tanggungan Pertamina,” tandas Sofyano.(helmi)