Angkasa Pura 2

Djoko: Seharusnya (Pemda) Berlomba Memberikan Pelayanan Kelas Internasional

Bandara Dermaga SDMMinggu, 15 Oktober 2017
Djoko Setijowarno

JAKARTA (Beritatatrans.com) – Banyak Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia masih sering latah dan ikut-ikutan. Di Indonesia setiap daerah mintanya serba internasional. Tapi belum tentu semua sesuai dengan kondisi dan kualifikasi internasional tersebut.

“(Pemda) minta menjadikan bandara internasional, pelabuhan internasional di daerahnya,” kata Pengamat transportasi dan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT keoada Beritatrans.com di Jakarta, Minggu (15/10/2017).

Menghadapai era pasar bebas penerbangan atau liberalisasi penerbangan ke depan, Pemda seharusnya ikut berkemas dan meningkatkan fasilitas dan pelayanan yang terbaik.

“Mereka seharusnya (Pemda) berlomba memberikan pelayanan kelas internasional, sebelum menjadi bandara atau pelabuhan kelas internasional,” jelas Djoko.

Tapi sayang, kritik Djoko, sampai saat ini jarang Pemda yang membuat pelayanan publik berkelas internasional. Lantas apa nilai tambah yang akan ditawarkan di era pasar bebas nanti?

“Kalau begini, jelas posisi Indonesia akan semakin terpuruk. Sementara, negara lain terutama Singapura sudah siap mencaplok pasar penerbangan Indonesia,” tandas Djoko.

Perkuat Regulasi dan Pengawasan

Menghadapi persaingan bebas nanti, Ketua YLKI Tulus Abadi mengusulkan agar Pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan segera memperkuat regulasi dan aplikasinya di Indonesia.

“Regulasi yang berpihak pada kepentingan nasional harus diperkuat. Dengan begitu, pemain lokal tetap terlindungi dan makin kuat menghadapi persaingan dengan pihak asing,” papar Tulus.

Dikatakan, Indonesia baik di sisi bandara, maskapai, pelaku pariwisata dan lainnya harus diperkuat dan diberdayakan, paling tidak mendekati kemampuan para kompetitor asing.

“Sudah menjadi rahasia umum termasuk di AS mereka tetap melindungi pelaku usaha lokal menghadapi persaingan global ini,” kilah Tulus.

Kesepakatan liberalisasi penerbangan sudah diteken. Tapi, menurut Tulus, pelaku usaha dan konsumen lokal harus diberdayakan.

“Jangan sampai mereka nanti menjadi korban persaingan dan kuenya habis diambil pihak asing,” tegas Tulus.(helmi)

loading...