Angkasa Pura 2

Puskepi: Kementerian ESDM Harus  Konsinten Tetapkan dan Jalankan Acuan Harga BBM

KoridorTuesday, 17 October 2017

JAKARTA (Beritatrans.com) –  Kementerian Energi dan Sumber Daya  Mineral (ESDM) harus  konsinten dalam menetapkan dan menjalankan acuan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sudah ditetapkan setiap tiga bulan sekali tersebut. Kebijakan itu merupakan cara yang tepat untuk menentukan harga jual BBM di Tanah Air sesuai dinamika yang berkenbang di masyarakat.

Demikian disampaikab Direktur Puskepi  Sofyano Zakaria di Jakarta, Selasa (17/10/2017). Pemerintah harus konsisten dan tegas memberikan acuan harga jual BBM sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Dikatakan, formula harga BBM yang ditetapkan Kementerian ESDM per triwulan harusnya dijalankan dengan konsekuen, dan logikanya harga jual BBM dalam negeri tidak boleh melampaui harga yang telah ditetapkan dalam formula yang diputuskan oleh pemerintah tersebut.

“Tetapi ketika pemerintah menetapkan harga jual BBM jauh di bawah harga yang ditetapkan dalam formula harga yang dibuat oleh pemerintah sendiri, maka akan menjadi aneh,”  jelas Sofyano saat dikonfirmasi Beritatrans.com..

“Formula harga tersebut, tentunya disusun dan dibuat dengan sangat cermat dan teliti dengan menggunakan data yang akurat dari berbagai sumber dan pengalaman terkait harga minyak dunia dan perkiraan naik turunnya harga,” katanya.

Dalam kesempatan itu,  menurut Sofyano menambahkan, apa gunanya ada keputusan menteri tentang formula harga dasar tersebut, kalau tidak digunakan.

Jangan Ada Dualisme Harga

Disisi lain, menurut data Puskepi, papar Sofyano, ternyata harga keekonomian premium dan solar yang terjadi pada kwartal pertama, kedua dan ketiga di tahun 2017, nyaris sama sebesar harga yang disusun dalam formula itu.

“Harga penetapan yang ditetapkan sebagai harga jual premium dan solar justru adalah harga yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan besaran harga yang ditetapkan lewat formula harga,” tukas dia.

Dengan adanya formula harga dan harga penetapan, terkesan ada dualisme dalam Kementerian ESDM. “Jika harga jual BBM ditetapkan jauh di bawah harga yang ditetapkan dalam formula harga, apa gunanya ada harga formula yang disahkan dengan keputusan menteri ESDM tersebut,” tandas Sofyano.(helmi)