Angkasa Pura 2

Dirjen Agus Optimistis Hasil Audit Keselamatan Penerbangan Indonesia di Atas Rata-Rata Dunia

Bandara KokpitRabu, 18 Oktober 2017
IMG_20170316_002348

JAKARTA (beritatrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso optimistis poin penilaian keselamatan penerbangan Indonesia dari hasil audit Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) berada di atas rata-rata dunia. Keyakinan Agus ini mengingat langkah-langkah perbaikan yang sudah dilakukan oleh jajaran Ditjen Perhubungan Udara dari awal tahun 2017 lalu hingga saat ini.

“Pada tahap off site, hingga 10 September lalu kita sudah berhasil memenuhi 417 (hampir 100 %) temuan atau finding Protocol Questions (PQs) yg ada pada tahun sebelumnya. Hasilnya telah dikirimkan oleh NCMC (National Continous Monitoring Coordinator) pada ICAO HQ melalui OLF (Online Frame Work) CMA. “Untuk itulah saya optimis hasil dari on site juga akan tinggi karena apa yang kita laporkan (offsite) sama dengan apa yang kita kerjakan (onsite),” ujar Agus di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

ICAO telah beberapa kali melakukan audit USOAP pada Indonesia pada beberapa tahun sebelumnya dengan hasil kurang bagus. Pada tahun 2007, hasil audit ICAO hanya Compliance 54,95 %. Tahun 2014, hasil Audit ICAO turun menjadi Compliance 45,33 %. Dan pada tahun 2016 hasilnya naik sedikit menjadi Compliance 51,41 % (offsite Validation). Skor compliance ini masih di bawah rata-rata dunia dengan passing grade sekitar 64,71 %.

Namun Agus mengaku tak gentar dengan sejarah perfomansi penerbangan tersebut. “Hal ini justru menjadi cambuk yang mendorong kami jajaran Ditjen Perhubungan Udara untuk berbuat lebih baik lagi sehingga hasil audit keselamatannya melejit tembus di atas rata-rata nilai dunia internasional,” lanjut Agus.

Ada 8 area yang menjadi fokus audit langsung (on site) atau ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) dari ICAO yang akan dilakukan pada pertengahan Oktober ini, yaitu Legislation (LEG), Organization (ORG), Personnel Licensing (PEL), Airworthiness (AIR), Operations (OPS), Air Navigation (ANS), Aircraft Investigation (AIG) dan Aerodromes (AGA). Sebelumnya pada September lalu telah dilakukan audit dokumen atau off site.(aliy)