Angkasa Pura 2

Turun Tren Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pegawai Ditjen Hubla

Dermaga SDMJumat, 20 Oktober 2017
IMG-20171020-WA0049

BALI (Beritatrans.com) – Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Ditjen Perhubungan Laut  (Hubla) mencatat trend kasus penggunaan narkoba di lingkungan   Hubla terus menurun selama tiga tahun terakhir.

“Ini sangat bagus,  karena situasi dan lingkungan  kerja mereka di lingkungan Ditjen Hubla kondusif. Pegawai taat hukum dan berperilaku baik dengan tidak bersentuhan dengan barang haram itu,” kata salah satu pimpinan BKKP dr. Aswan menjawab Beritatrans.com di Kuta, Bali, Jumat (20/10/2017).

Dia menjadi salah  satu nara sumber pada acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan  Peredaran Gelap Narkoba,   kerja sama Ditjen Hubla dengan BNN.

Menurut dr. Aswan tahun 2015 lalu hasil pemeriksaan BKKP pegawai yang positif menggunakan narkoba tercatat 1,43 % dari total sample  sebanyak 1.265 pegawai.

Tahun 2016  jumlah pegawai yang positif narkoba turun menjadi 0.9% dari  total sample sebanyak 2.458 orang.

Tahun 2017 sampai Oktober  nail tipis menjadi 2.01% pegawai  yang positif narkoba. Tapi perlu diingat jumlah sample yang diperiksa lebih banyak yaitu 1.874 orang.

“Secara rata-rata jumlah pegawai pengguna narkoba di Ditjen Hubla relatif kecil, yaitu antara 0.9 sampai 1%. Kondisi itulah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan ke depan,” papar dr.Aswan.

Dibiayai APBN

Sesuai tupoksi, BKKP bertugas memeriksa dan mengontrol kesehatan pegawai  Ditjen Hubla termasuk dari dampak penyalagunaan narkoba.

“Kita ini bagian dari Pemerintah dan dibayai APBN.  Untuk uji narkoba nagai pegawai gratis. Tapi jika institusi Kementerian Perhubungan bisa setiap saat melakukan pemeriksaan dan uji narkoba di seluruh  UPT Kemhub,” tukas dr. Aswan.

Menurut salah satu tenaga medis di RS Sukmul Jakarta Utara itu,  Pemerintah khususnya Kemhub harus menjaga dan memastikan seluruh aparatnya bebas dari narkoba.

“Jika dalam satu uji narkoba ditemukan ada pegawai yang positif narkoba, maka BKKP akan melaporkan ke Kepala UPT  yang bersangkutan untuk dilakukan pembinaan dan pemeriksaan,” sebutvdia.

“Jika ada indikasi dia pemakai atau pengedar maka akan dilaporkan ke BNN untuk diambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” papar dr. Aswan.

BNN sendiri sudah mempunyai protap jika ada laporan terkait penyalahgunaan narkoba. Dia akan diperiksa lebih lanjut, sejak kapan memakai dan bisa dilakukan rehabilitasi.

“Tapi jika diketahui dia pengedar atau bahkan bandar maka ada proses hukum lebih lanjut. Semua sudah ada aturan baku di BNN baik di pusat atau daerah,” tegas dr.Aswan.(helmi)