Angkasa Pura 2

Proyek Bandara Kulon Progo ‘Sulap’ Rumah Warga Jadi Mentereng

BandaraSabtu, 21 Oktober 2017
2017-10-21 13.28.34

KULON PROGO (BeritaTrans.com) – Sebanyak 102 warga Dusun Bapangan dan Kepek, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta, direlokasi ke tempat baru sejak Sabtu (21/10/2017). Bagaimana hunian mereka di lokasi anyar?

Warga terdampak pembangunan Bandara Baru Yogyakarta atau Bandara Kulon Progo itu, Project Manager PPBIY PT Angkasa Pura I (Persero) R Sujiastono menjelaskan mendapat rumah sekitar seluas 200 meter.

“Warga kan dapat dana penggantian dari proyek Bandara Kulon Progo. Selanjutnya mendaftar relokasi ke tanah kas desa ke Pemdkab Kulon Progo. Mereka membeli tanah yang luasan dan harganya ditentukan pemda. Lalu warga membangun sendiri. Jalan dan saluran dibangun oleh pemda,” tuturnya kepada BeritaTrans.com dan aksi.id, Sabtu (21/10/2017).

Dia mengutarakan sejauh ini rumah baru warga tampak mentereng. “Apalagi jalan dan sistem drainasenya tertata bagus. Jadi mereka memang lebih sejahtera. Sisa dana dapat dimanfaatkan untuk modal usaha dan keperluan lain.Alhamdulillah,” jelas Puji.

Selain di Desa Glagah, proyek Bandara Kulon Peogo juga merelokasi 98 rumah di Desa Palihan, 40 rumah di
Kebon Rejo dan di Jangkaran empat rumah.

2017-10-21 14.14.11

2017-10-21 14.14.35

Sebelumnya diberitakan prosesi Bedol Dusun Bapangan dan Kepek, serta SDN 3 Glagah ke lokasi relokasi pedukuhan Bapangan dan Kepek Baru itu dibuka oleh Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo. (awe).