Angkasa Pura 2

Revisi PM 26/2017 Dilakukan Untuk Melindungi Kepentingan Semua Pihak

KoridorSabtu, 21 Oktober 2017
Menhub_Budi_Bandara_Solo

JAKARTA  (Beritatrans.com) – Revisi PM 26 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek adalah untuk memberikan kesetaraan bagi semua pihak.  Kebijakan ini untuk melindubgibkonsumen sekaligus pengemudi dan pengusah angkutan daring bisa mengembangkan usahanya.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Jumpa Pers Revisi PM 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Menhub menambahkan dengan adanya kesetaraan bagi semua pihak, maka diharapkan tidak akan terjadi monopoli yang dilakukan suatu perusahaan.  “Pemerintah berkeinginan agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik, mudah dan murah, namun tidak turut melupakan aspek keselamatan dan keamana,” kata dia.

“Kemhub  mengharapkan melalui perbaikan ini, kita ingin memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak dan juga memberi suatu kepastian serta keselamatan dan  keamanan bagi penumpang,” ujar Menhub.

Selain melindungi para penumpang, revisi PM 26/2017 ini juga kan mengakomodir kepentingan para supir. “Apa yang kita lakukan itu selain melindungi penumpang tapi juga melindungi para supir. Para supir yang telah memiliki mobil-mobil, kendaraan mereka tetap bisa eksis dan tetap mendapatkan penghasilan yang layak,” tutur Menhub.

Terkait Pemda  yang menolak revisi PM 26/2017 ini, Menhub menjamin hal tersebut tidak akan terjadi. Hal ini karena melihat hirarkinya, Peraturan Menteri harus diikuti oleh pemerintah daerah.

“Jika melihat hirarkinya, Peraturan Menteri harus diikuti oleh Pemda.  Kami juga ingin sampaikan kepada kepala daerah bahwa apa yang diberikan ini justru mengatur dengan baik, mengatur dengan adil, memberikan kesetaraan dan memberikan kemudahan. Saya yakin tidak ada kepala daerah yang meniadakan atau ingin punya keputusan sendiri,” tandas Menhub.(helmi)