Angkasa Pura 2

Kemhub Ajak Tertib Berlalulintas Sejak Usia Dini

KoridorMinggu, 22 Oktober 2017
IMG-20171022-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 186.000 anak di seluruh dunia meninggal karena kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Hal itu membuktikan anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap ancaman kecelakaan lalu lintas.

“Sangat penting memberikan edukasi kepada anak sejak usia dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tegas Plt. Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pandu Yunianto pada acara puncak Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2017 di TMII Jakarta, Ahad (22/10/2017).

Pendidikan keselamatan dan sosialisasi  harus dilakukan secara terus menerus untuk mengubah persepsi dan pandangan masyarakat tentang pentingnya berperilaku selamat di jalan.

“Penanaman nilai-nilai keselamatan jalan harus dimulai sejak usia dini untuk menumbuhkan semangat disiplin berlalu lintas sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi nilai-nilai kehidupan.” ujar Pandu.

Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2017 kali ini Kementerian mengambil tema ‘Sayangi Nyawa Kurangi Kecepatan’ berfokus pada manajemen kecepatan dan mendorong masyarakat untuk peduli mengurangi kecepatan saat berkendara.

Acara puncak Pekan Nasional Keselamatan Jalan dilaksanakan di Istana Anak-Anak TMII, dan dìisi antara lain pawai keselamatan anak Sekolah Dasar (SD), penampilan dari sekolah perhubungan cilik, marching band Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), serta lomba melukis anak.

“Kampanye ini diharapkan dapat menjadi promosi sekaligus media pendidikan keselamatan berlalu-lintas sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan jalan pada anak-anak,” tutur Pandu.

Menurut data Kepolisian, data kecelakaan pada tahun 2016 jumlah kejadian kecelakaan sebanyak 108.374 kejadian dengan korban meninggal dunia  25.859 jiwa. Jika dihitung dalam satu hari rata-rata sekitar 70 – 71 jiwa atau 2 – 3 orang tiap jamnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, serta jumlah korban tertinggi kejadian kecelakaan berdasarkan pendidikan adalah Pelajar SMA sebanyak 45.321 kejadian dan dilihat berdasarkan usia pelaku kecelakaan lalu lintas di dominasi usia 16-24 tahun sebanyak 24.917 kejadian data lainnya jumlah laka lantas berdasarkan faktor mengemudi yang disebabkan karena melampaui batas kecepatan sebesar 7.369 kejadian.

“Menanggapi hal tersebut, sudah selayaknya semua stakeholder menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia,” pungkas Pandu. (omy)

loading...