Angkasa Pura 2

Hati-Hati Investasi di Sektor Kepelabuhanan, Port Klang Malaysia Merugi

Dermaga SDMSenin, 23 Oktober 2017
Siswanto Rusdi

JAKARTA (Beritatrans.com) – Bisnis pelabuhan – petikemas, konvensional, dan lainnya – memang menggiurkan.  Tapi tidak semua investasi di sektor kepelabuhanan di dunia menghasilkan nilai tambah yang besar.

Sementara, banyak negara, dalam hal ini di kawasan Asia Tenggara bahkan di Indonesia, terus mendorong pembangunan fasilitas ini di negaranya masing-masing.

“Tetapi, hati-hati dalam melihat fenomena ini. Pasalnya, alih-alih mendapat untung, yang ada malah bisa buntung,” kata Direktur Namarin Siswanto Rusdi  melalui akun face book yang dikutip Beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Diakatkan akademisi Ujiversitas YAI Jakarta ini, Pelabuhan Klang dikabarkan menderita kerugian yang signifikan pada saat pemerintah Malaysia tengah gencar membangun kapasitas pelabuhan di seantero negeri.

 ”Kerugian pelabuhan Klang dipicu oleh kepindahan pelayaran raksasa dunia (main line operator/MLO) dari sana ke Singapura,” jelas Siswanto saat dikonfirmasi.

2017-10-13-16-00-06-

Dia menambahkan, bila sebelumnya CMA CGM dan Cosco menjadikan pelabuhan Klang sebagai hub di Asia Tenggara, kini mereka bedol desa ke Negeri Singa itu.

“Terbetik kabar, pelayaran Hapag Lloyd – yang kini tengah bernegosiasi dengan United Arab Shipping Company (UASC) untuk merger – juga akan menjadikan Pelabuhan Singapura sebagai hub-nya, bukan pelabuhan Klang,” tukas Siswanto.

Anggota MPI PP Muhammadiyah ini menambahkan, kepindahan MLO dari Pelabuhan Klang Malaysia karena ia tidak memiliki konektivitas ke destinasi di Asia dan Eropa.

“Akibatnya, throughput pelabuhan Klang melorot hingga hanya menangani 3 juta teu dalam kuartal pertama tahun ini,” tegas Siswanto.(helmi)