Angkasa Pura 2

Ini Dia Rekomendasi Balitbanghub dalam Rencana Induk Pembangunan Pelabuhan Sipinggan

Dermaga LitbangSenin, 23 Oktober 2017
IMG_20171023_145244

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dalam laporan akhir Rencana Induk Pembangunan (RIP) angkutan penyeberangan di Danau Toba melalui Pelabuhan Sipinggan, Sumatera Utara, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan menyampaikan enam rekomendasi.

Pertama, menurut Kepala Bagian Data, Humas, dan Publikasi Rosita Sinaga yang juga sebagai Ketua Tim Penyusunan RIP sesuai dengan RIP, pelabuhan Sipinggan menunjukkan lahan darat eksisting tidak mampu mengakomodit kebutuhan lahan untuk pembangunan fasilitas.

“Untuk itu dibutuhkan pembebasan lahan, sehingga diperlukan juga koordinasi antara Pemda Kabupaten Samosir, Kepala UPT Pelabuhan Sipinggan, dan masyarakat setempat, agar dapat membebaskan lahan di sekitar pelabuhan,” urai Rosita dalam FGD Laporan Akhir RIP Pelabuhan Sipinggan di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Untuk perencanaan DED atau perencanaan teknis yang lebih detil, kata dia, diharapkan menggunakan data evalasi muka air danau dengan rentang waktu yang lebih lama. Hal itu, agar diperoleh hasil yang lebuh teliti dan akurat.

Selanjutnya atau yang ketiga adalah telah dibangunnya kapal cruise di Danau Toba dengan spesiklfikasi kapal kayu yang dinilai belim memenuhi unsur keselamatan pelayaran.

“Perlu koordinasi dengan BKI (Badan Klasifikasi Indonesia) terkait aspek standar keselamatan dalam rangka pengoperasian kapal cruise,” tuturnya.

Rekomendasi keempat adalah, kedepan perlu dipertimbangkan jenis kapal rakyat yang akan dibangun di Pelabuhan Sepinggan, serta harus mendapat rekomendasi dari BKI. Sampai saat ini BKI belum memiliki standar kapal rakyat yang dapat menjadi acuan dalam menetapkan standar keselamatan dan spesifikasi yang sesuai dengan kondisi perairan baik di laut maupun danau.

Dia juga menyampaikan rekomendasi kelima yakni perlu disegerakan dalam memperbaiki kualitas akses jalan dari Bandara Silangit ke Pelabuhan Muara berupa pelebaran jalan.

“Hal itu mengingat prefensi penumpang yang sebagian besat akan memilih menggjnakan Pelabuhan Muara sebagai akses masuk ke Kab. Samosir dari Bandara Silangit, sehingga implementasi program menjadikan Danau Toba sebagai kawasan wisata prioritas dapat segera terwujud,” papar dia.

Terakhir atau keenam rekomendasi yang disampaikan Tim kata Rosita adalah agar DLKr dan DLKp Pelabuhan Sipinggan, dilanjutkan dengan kajian/studi untuk penetapannya. (omy)