Angkasa Pura 2

Pelabuhan Kapal Katamaran di Pantai Boom, Banyuwangi

DermagaSenin, 23 Oktober 2017
Kapal katamaran

BANYUWANGI (beritatrans.com) – Tidak hanya membangun marina, manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III juga membangun pelabuhan kapal Katamaran di Pantai Boom, Banyuwangi.

“Kita juga bakal membuka pelabuhan untuk kapal jenis Katamaran, dalam satu bulan setengah ke depan. Kendaraan dari Pulau Jawa, tidak perlu lewat jalan darat lagi, tapi bisa langsung ke Benoa Bali,” tutur Direktur Utama Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Banyuwangi, Sabtu (21/10/2017).

Selama ini, lanjutnya, akses ke Bali hanya bisa dilalui melalui Pelabuhan Ketapang dengan menggunakan kapal Ferry. Sedangkan penerbangan dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi terkendala slot time di Bandara Ngurah Rai, Bali yang padat.

“Kami targetkan sebelum ulang tahun kami (Pelindo III) pada 1 Desember besok, sudah bisa beroperasi,” kata Ari Askhara, sapaan akrab Dirut Pelindo III.

Untuk kebutuhan tersebut, Pelindo III bakal menambah jumlah investasinya di Pantai Boom. “Kita tambah lagi investasinya di sini (proyek Pantai Boom), dari semula Rp 200 miliar, menjadi Rp 300 miliar untuk percepatan pembangunan Marina dan keseluruhan pembangunan di Pantai Boom ini,” ucapnya.

Proses pembangunan Marina Boom sendiri, menurut Askhara, juga ditargetkan bisa beroperasi dalam 2 bulan ke depan. “Untuk ponton dan yacht (di Marina Boom), saya rasa dua bulan sudah bisa selesai. Sehingga, nanti bisa mengenalkan Banyuwangi kepada para wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang menghadiri pembukaan Family Gathering Pelindo III, mengapresiasi langkah cepat Pelindo III. Meski pembangunan Marina Boom sempat meleset dari target semula karena adanya perubahan Rencana Induk Pelabuhan, komitmen untuk pengembangan di Banyuwangi akan terus dipercepat.

“Semenjak awal kita ingin bersinergi dan berkolaborasi dalam mengembangkan Banyuwangi. Jadi, ini bagus. Pelindo III menjadikan Banyuwangi salah satu prioritas pembangunan,” kata Anas.

Adanya aksesibilitas antara Banyuwangi dan Bali di jalur laut, harap Anas, bisa mendukung pengembangan pariwisata di Banyuwangi. “Ini penting untuk aksesibilitas para wisatawan dari Bali yang ingin ke Banyuwangi. Sehingga tak lagi sulit dalam proses perpindahannya,” ucapnya. (moy/sumber liputan6.com).