Angkasa Pura 2

Pemerintah Genjot Penyelesaian Jalur Ganda Lintas Selatan

EmplasemenKamis, 26 Oktober 2017
Zulfikri_2

JAKARTA (beritatrans.com) – Setelah pembangunan Jalur Ganda Lintas Utara selesai pada Maret 2014 lalu dilanjutkan pengoperasian jalur ganda lintas utara pada April pada tahun yang sama, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengejar penyelesaian pembangunan jalur ganda di lintas selatan pulau Jawa.

“Pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lintas perjalanan KA dan mengurangi waktu tempuh perjalanan kereta api karena pada beberapa segmen masih satu jalur atau single track,” kata Direktur Prasarana Zulfikri di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Di samping itu pembangunan jalur ganda akan mengurangi kemacetan lalu lintas jalan raya; meningkatkan pelayanan, aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang antar kabupaten, antar kota maupun antar provinsi serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA.

Pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan ini dibagi menjadi beberapa segmen, yaitu segmen Cirebon – Kroya, Kroya – Kutoarjo, Kutoarjo – Solo, Solo – Kedung Banteng, Kedungbanteng – Madiun, Madiun – Jombang dan Jombang – Wonokromo. Sehingga jalur KA yang terbentang antara Cirebon – Surabaya melalui lintas Selatan ini sepanjang ± 620 Km.

Untuk segmen Kutoarjo – Solo sendiri sudah jalur ganda dan sudah dioperasikan sejak tahun 2007 lalu. Kemudian pada segmen Cirebon – Kroya, saat ini sedang diselesaikan pembangunan jalur ganda lintas Purwokerto – Kroya dengan progres pembangunan per awal Oktober 2017 telah mencapai 54,9%. Sedangkan lintas Cirebon – Purwokerto sudah jalur ganda.

Ada yang istimewa pada pembangunan jalur ganda di lintas Purwokerto – Kroya ini. Untuk pertama kalinya akan membangun 2 terowongan baru untuk merevitalisasi terowongan lama yang merupakan peninggalan Jaman Kolonialisme Belanda. Kedua terowongan tersebut terletak di daerah Notog dan Kebasen, Banyumas, atau biasa disebut terowongan Notog dan terowongan Kebasen.

Pembangunan pada segmen Kroya – Kutoarjo dibagi menjadi 2 yaitu pembangunan jalur ganda lintas Kroya – Kebumen dan pembangunan jalur ganda lintas Kebumen – Kutoarjo, pada segmen ini pembangunan fisik baru saja dimulai. Demikian juga segmen Solo – Kedungbanteng dan segmen Kedungbanteng – Madiun pembangunan fisik juga baru pada tahap awal. Sedangkan pada segmen Madiun – Jombang progres pembangunan telah mencapai 60,6%.

Yang terakhir segmen Jombang – Wonokromo, pembangunan direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2018. Semua segmen pekerjaan pada pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan dikerjakan melalui kontrak multiyears.

Pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan menggunakan pembiayaan melalui APBN dan skema SBSN. Keseluruhan pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan ini diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2019 untuk kemudian pada awal tahun 2020 Jalur Ganda Lintas Selatan sudah dapat beroperasi secara penuh dari Jakarta hingga Surabaya.(aliy)