Angkasa Pura 2

Kecelakaan KA di Lampung Inspirasi dan Antarkan Meyer Sihotang sampai Ke Beijing China

Emplasemen Figur SDMJumat, 27 Oktober 2017
IMG-20171026-WA0015

DNCm0XAUEAA9YoV

JAKARTA (Beritatrans,com) – Lomba Penelitian Transportasi Balitbang Perhubungan tahun 2017 telah menghasilkan kader-kader penelitian unggul di bidang trransportasi. Dari seleksi secara nesional, akhirnya memperoleh enam besar dari dua kategori berbeda atau masing-masing tiga orang.

Salah satuya adalah Meyer E. Sihotang, juara l kategori S-2 dan S-3. Alumni FT Elektro Unila Lampung itu, dengan naskah berjudul “Purwarupa Pintu Perlintasan Kereta Api Otomatis Untuk Mencegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang”.

Hasil penelitian Meyer Sihotang ini berhasil menyisihkan ratusan naskah lomba penelitian Badan Litbang Perhubungan dari seluruh Indonesia. Ia menjadi juara I dan berhak menerima medali, plakat, uang tunai serta Education Transportation Trips ke Beijing China selama lima hari.

PNS di Dinas Perhubungan Kota Metro Lampung mengaku, ide penelitian terinspirasi kajsus yang dilihat dan dialami saat kos di Kota Bandar Lampung, saat kulian di Universitas Lampung (Unila).

Meyer meneliti dan menuangkan hasilnya untuk ikut lomba karena tempat kost di Kota Bandar Lampung dekat dengan perlintaan Lereta Api (KA) yang nota bene sering terjadi kecelakaan. Kasus kecelakaan seperti itu harus dicegah bila perlu dihentikan.

“Kasus kecelakaan di perlintasan KA dengan Korban jiwa dan harta itu yang menginspirasi saya meneliti dan ikut Lomba Penelitian Transportasi 2017 ini,” kata Meyer Sihotang menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

“Kasus kecelakaan itu harus bisa ditekan bahkan dihilangkan. Salah satuya melakukan rekayasa IT dan penerapannya di perlintasan KA. Kita harus membangun palang pintu lintasan KA otomatis yang digerakan dan dikendalikan oleh sistem komputer dan tak ada kompromi terkait keselamatan,” jelas Meyer.

Penyebabnya Human Error

Menurutnya, data Polri menyebutkan kasus kecelakaan lalu lintas termasuk di perlintasan sebidang KA sekitar 60-70% persen karena faktor manusia atau human error. “Kita harus terus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya keselamatan termasuk di perlintasan sebidang KA,” jelas Meyer.

Mahasiswa S-2 Bidang Komunikasi UI Jakarta itu menyebutkan, untuk membangun budaya keselamatan harus dipaksa dulu dengan membangun sistem peringatan dini yang baik. Selanjutnya membangun palang pintu KA otomatis dan dioperasikan melalui jaringan kompouter.

“Sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), perlu membangun palang pintu KA otomatis yang diprogram dan dikendalikan secara komputerisasi. Dengan IT, bisa diprogram kalau ada signal ada KA mau lewat, dalam jarak tertentu maka palang pintu akan menutup. Palang itu baru terbuka setelah KA lewat dan dipastikan tidak ada pengguna jalan yang menerobosa palang pintu KA karena berbahaya,” jelas Meyer.

Dalam paparan di hadapan Menhub Budi Karya Sumadi dan jajaran eselon I Kementerian Perhubungan serta tamu undangan, Meyer memaparkan sistem rekatasan lalu lintas khususnya di perlintasan KA dengan komputer. Melalui sistem komputer, palang pintu KA akan dijaga dan dikendalikan oleh sistem.

Tak bisa disogok dan tak ada toleransi sedikitpun pada keselamatan transportasi. Sistem seperti inilah yang paling cocok untuk mendidik dan membangun budaya keselamatan lalu lintas. Pengguna jalan harus dipasa oleh sistem.

“Kalau ada KA mau lewat, maka otomatif palang pintu ditutup. Pengguna jalan lain harus memprioritaskan perjalanan KA sekaligus menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” tukas Meyer.

Putra Batak yang lahir dan besar di Kota Metro, Lampung itu mengakui, untuk membangun palang pintu KA otomatis dan dikendalikan secara komputerisasi itu memang ada biaya.

“Tapi, jika dibandingkan dengan nyawa manusia yang akan menjadi korban tidak ada apa-apanya. Nyawa atau keselamatan manusia harus diutamakan dibandingkan yang lain,” terang PNS bagian Lalu Litas di Dishub Kota Metro tersebut.

Meyer tak memaksakan ide dan haSIL penelitiannya dipakai oleh Pemeritah atau PT KAI, PT KCI, operator KLR- sebagai operator KA di Tanah Air.

“Semua kembali kepada para pemangku kepentingan yang ada. Tapi, solusi yang saya tawarkan cukup baik, murah dan tepat guna. Selain itu menjadi media pembelajaran untuk mendidik dan membangun budaya keselamatan di masyarakat kita,” tandas Meyer.(helmi)