Angkasa Pura 2

KM Rajawali Tenggelam, 2 ABK Belum Ditemukan

DermagaJumat, 27 Oktober 2017
Basarnas Kupang

KUPANG (BeritaTrans.com) – Dua korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Rajawali asal Bima NTB di perairan Komodo NTT belum ditemukan. Sudah tujuh hari dilakukan pencarian terhadap kedua ABK tersebut, namun belum juga ketemu. Basarnas akhirnya menghentikan proses pencarian.

“Proses pencarian terhadap kedua korban kita hentikan karena hingga proses pencarian selama tujuh hari kedua korban belum ditemukan. Sampai sekarang masih nihil,” kata Kepala Kantor Basarnas Kupang I Nyoman Sidakarya, Jumat (27/10).

Nyoman menjelaskan hal itu terkait kelanjutan operasi pencarian terhadap kedua korban KM Rajawali asal Bima, Nusa Tenggara Timur yang tenggelam di perairan Komodo, Rabu (18/10).

Dalam peristiwa itu enam penumpang termasuk nakhoda KM Rajawali, Haji Amir dilaporkan hilang. Setelah pencarian dilakukan Basarnas bersama tim SAR gabungan terdiri dari unsur TNI AL, Polair, KKP Labuan Bajo serta instansi terkait, berhasil ditemukan empat korban dalam kondisi selamat.

Empat korban yang ditemukan dalam kondisi selamat itu merupakan warga Desa Rumpe, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ditemukan di dua lokasi berbeda yaitu di Pulau Komodo satu orang atas nama Samsudin.

Sedangkan tiga lainnya ditemukan di Pulau Kalong, Kabupaten Manggarai Barat, NTT yaitu HM Amin (45), Samsun (26) dan Eko Patrio (13).

Menurut Nyoman, sesuai standar operasional, pencarian dilakukan selama tujuh hari, namun kedua korban belum ditemukan, sekalipun Basarnas sudah memperluas area pencarian di daerah itu.

“Sampai saat ini hasilnya masih nihil,” tegas Nyoman.

Sekalipun operasi pencarian terhadap kedua korban itu dihentikan, namun pemantauan dan koordinasi dengan potensi lainnya tetap dilakukan. Dikutip dari Antara. (ray).

Foto: ilustrasi

loading...