Angkasa Pura 2

Bandara HAS Hanandjoeddin Dikembangkan Untuk Layani dan Jaring Wisatawan Internasional

Bandara DestinasiSabtu, 28 Oktober 2017
Menhub belitong2

BELITUNG (Beritatrans.com) – Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara
Maria Kristi Endah Murni menyatakan Kementerian Perhubungan sangat mendukung
program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya
wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu dengan meningkatkan kapasitas
penerbangan internasional dari dan ke tujuan daerah wisata.

“Saat ini sudah ada 79 perjanjian udara yang nenjadi dasar dapat dilakukan
penerbangan antar negara selain itu juga sudah ditetapkan 28 bandara di Indonesia
yang terbuka untuk penerbangan internasional dimana sampai saat ini dari 79
perjanjian udara yang ada baru 21 perjanjian yang digunakan,” ungkap Kristi disela-sela kunjungan Menhub Budi Karya Sumadi di Bandara HAS Hanandjoendin, Belitung, Sabtu (28/10/2017).

Demikian pula dengan pemanfaatan bandara berstatus internasional dari 28 bandara
internasional baru 19 bandara yang efektif dipakai untuk melayani penerbangan
internasional.

Kristi menjelaskan bahwa kapasitas ketersediaan tempat duduk di penerbangan dapat
cepat ditingkatkan apabila ada permintaan atau demand karena Ditjen Perhubungan
Udara memberikan kemudahan bagi maskapai asing untuk terbang ke Indonesia
walapun tidak ada perjanjian yaitu dengan mekanisme charter atau mekanisme
berjadwal dengan temporary basis.

“Penerbangan charter atau berjadwal dengan temporary basis oleh airlines asing hanya boleh direct flight atau boleh via negara ketiga serta hanya untuk penerbangan “inbound” saja, untuk maskapai penerbangan nasional, charter bebas mau inbound maupun outbond di bandara Indonesia,” tutur Kristi.
Landasan Pacu 2.400 Meter

Pada sisi udara, papar Kristi, Bandara H.AS. Hanandjoeddin dilengkapi landas pacu atau runway berukuran 2400 m x 45 m, taxiway 67,5 m x 23 m, runway strip 2580 m x 150 m, dan apron 235,6 m x 87,5 m.

Dengan fasilitas yang ada Bandara H.AS. Hanandjoeddin saat ini dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-300/500/800-NG dan Airbus A-320. Setidaknya terdapat 6
maskapai dalam negeri yang sudah melayani penerbangan dari dan menuju bandara ini
diantaranya Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, dan Nam Air.

Bandara H.AS. Hanandjoeddin telah ditetapkan sebagai bandara internasional sejak
Desember 2016 melalui surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 856 Tahun
2016 tanggal 22 Desember 2016. (helmi)