Angkasa Pura 2

Kemhub: Pemerintah Atur Taksi Online Untuk Lindungi Masyarakat

Koridor OtomotifSabtu, 28 Oktober 2017
IMG-20171028-WA0042

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemhub) Ir. Soegiardjo, MM mengatakan, memutuskan untuk mengatur taksi online atau daring. Diantaranya adalah dengan menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

“Selain itu, taksi online juga harus diberi stiker, sebagai bagian dari pembinanan dari Pemerintah,” kata pria yang akrab disapa Jojo itu kepada pers usai Tak Show dalam rangka Pameran dan Talk Show 53 Tahun FT UI Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Dalam revisi PM No.26/2017 tentang Angkutan Umum Tidak Dalam Trayek tersebut ada beberapa yang disempurnakan pascaputusan MK. Angkutan tidak dalam trayek itu bisa taksi, bus pariwisata, charter, termasuk angkutan umum taksi online yang marak belakangan. Sedang angutan umum daam trayek bisa bus AKAP, AKDP, Angkota Kopaja, Metromini dan lainnya.

“Kemhub sebagai pembina dan regulator mencoba mengakomodasikan semua kepentingan. Dalam proses revisi PM No.26/2017 itu pihaknya sudah mengundang berbagai pihak mulai pakar, praktisi, pengamat, YLKI, Organda serta asossiasi pengemudian online,” kata Jojo.

Dalam kebijakan baru ini, jelas Jojo, konsens Pemerintah adalah melindungi semua pihak, terutama masyarakat sebagai konsumen. “Dengan tarif batas bawah, maka tidak akan terjadi perang tarif yang merugikan mereka sendiri. Sedang tarif atas untuk melindungi konsumen agar tetap mendapatkan layanan jasa transportasi yang wajar,” papar Jojo.

Demikian juga soal triker. Taksi online harus berstiker, papar Jojo, artinya mereka terdaftar, sopirnya juga profesional dan laik jalan. Kendaraan mempunyai izin resmi sebagai taksi online. Kendaraan juga di KIR sesuai ketentuan yang berlaku dan diatur dalam UU No.22/2019 tentang LLAJ.

“Dengan memakai stiker, berarti mereka sudah memenuhi syarat tersebut. Implikasinya konsumen akan mendapatkan jaminan kepastian bahwa taksi online itu, sudah dipastikan laik dan memenuhi syarat keselamatan, keamanan dan kenyamanan,” terang Jojo.

Pengalaman di luar negeri menurut Jojo, taksi online juga mengenakan stiker, baik di depan, belakang dan pintu samping kiri dan kanan. Jadi, konsumen bisa dengan mudah mengenali itu taksi online resmi. “Di Indonesia kita hanya mewajibkan untuk pasang stiker di depan dan belakang saja,” tandas putra Cirebon itu.(helmi)