Angkasa Pura 2

Selama 3 Tahun, Enam Bandara AP II Dikembangkan Kapasitas Pelayanannya

Bandara Dermaga Destinasi SDMMinggu, 29 Oktober 2017
Bandara silangit

Awaludin UINSU2

MEDAN (Beritatrans.com) – Dalam tiga tahun terakhir PT Angkasa Pura II (Persero) sudah melakukan pengembangan cukup signifikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Husein Sastranegara di Bandung, Supadio di Pontianak, Depati Amir di Pangkalpinang, Sultan Thaha di Jambi, dan Silangit di Siborong-borong yang mulai hari ini juga melayani penerbangan internasional.

“Di bandara-bandara tersebut dilakukan pembangunan secara fisik maupun soft infrastruktur yakni penerapaan digitalisasiā€ kata Dirut PT Angkasa ra (AP) II Muhammad Awaludin saat memberikan paparan di UINSU Medan dalam rangan BUMN Hadir Untuk Negeri di Medan, Sabtu (28/10/2017).

sebanyak 3nam bandara dibawah manajemen AP II, menurut Awaludin telah dibangun dan ditingkatkan kapasitas dan pelayanannya. Dengan begitu, diharapkan mampu mendukung konektivitas serta melayani arus penumpang dan wisatawan baik lokal atau asing.

“Arus wisatawan termasuk ke Danau Toba kini akan semakin lancar. Bandara Silangit, Siborong-Borong Tapanuli sudah dikelola AP II dan terus ditingkatkan pelayanannya. Saat ini, maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia melayani penerbangan ke Bandara Silangit, masing-masing dari Singapura dan Jakarta,” jelas Awaludin.

BKI Dukung Tol Laut

Sementara, Dirut PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Rudiyanto menyampaikan bahwa “Selama 72 tahun Indonesia merdeka, BUMN telah hadir untuk negeri melalui beragam kontribusi dan peran strategisnya sebagai agen pembangunan. Saat ini produk dan jasa BUMN telah hadir dan dinikmati secara luas oleh masyarakat,” kata dia.

BUMN, menurut Rudiyanto, terus menjadi penggerak dan pilar pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas pembangunan nasional. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BUMN hadir melalui peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat”.

Rudiyanto menambahkan, “Seperti halnya, PT BKI sebagai BUMN Jasa Klasifikasi survey satu-satunya miliki Indonesia, turut berpartisipasi mendukung pembangunan Nasional dengan memperkuat setiap lini kebijakan Pemerintah terutama sektor maritim melalui jasa Klasifikasi dan komersialnya, seperti memperkuat Poros Maritim Dunia dengan jaringan Klasifikasi internasional.

“BKI telah mendapatkan pendelegasian dari 3 Negara dengan semangat BKI Go to IACS, ataupun penanganan proyek2 Pemerintah seperti program kemitraan penyelesaian palapa ring timur untuk menyambung konektivitas di Indonesia, memberikan pendampingan standarisasi Kapal di Kementerian Kelautan hingga pendataan validasi data masyarakat kurang mampu program Kementerian Sosial.” tutup Rudiyanto.(helmi)